Featured Kajen

2.000 Pakaian Baru Diarak dan Dibagikan Gratis kepada Warga

Gunungan Busana
DISERBU – Suasana arak-arakan gunungan busana baru di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, diserbu ribuan warga, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Arak-arakan Gunungan Sedekah Busana di Wonopringgo, Pekalongan

Banyak cara dilakukan masyarakat untuk meluapkan rasa syukur. Namun, tampaknya baru kali ini ada gunungan sedekah busana sebagai ungkapan syukur. Seperti apa? M Hadiyan, Wonopringgo

Biasanya gunungan dibentuk dari hasil bumi seperti buah-buahan maupun sayur-sayuran. Tapi di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/10) kemarin, baru saja digelar arak-arakan gunungan sedekah busana.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak tujuh gunungan yang berisi pakaian baru maupun celana baru disusun sedemikian rupa, membentuk sebuah kerucut besar. Setidaknya ada 2000 busana baru (pakain dan celana) disajikan dalam gunungan tersebut.

Ketujuh gunungan busana tersebut diarak keliling sentra industri konveksi di Wonopringgo, sebelum akhirnya dibagikan secara gratis. Arak-arakan ini, diikuti oleh dua ribu peserta sepeda sehat, baik anak-anak maupun orangtua.

Salah satu penyelenggara, Aleksail (30) mengatakan, sedekah busana ini merupakan kali pertama di gelar di Kecamatan Wonopringgo.

“Seperti diketahui, Kecamatan Wonopringgo ini memang menjadi sentra konveksi penghasil baju dan celana. Untuk itu, kita perlu menyisihkan sedikit rejeki untuk orang yang membutuhkan,” ujar Aleksail.

Sedekah busana ini juga bertujuan untuk menyucikan harta yang didapat dari jualan baju dan celana dari sentra konveksi setempat.

“Tentunya dengan harapan agar usaha kita di konveksi lebih jaya dan maju. Ini juga sebagai upaya memperkenalkan Wonopringgo ke Indonesia sebagai penghasil konveksi,” ungkapnya.

Selain sebagai syukuran, sedekah busana ini juga menurut Aleksail, sebagai simbul pada khalayak ramai, untuk selalu menutup kemaluan dengan baju.

“Sebagaimana kita ketahui banyak pemberitaan bahwa banyak pejabat yang tidak tahu malu melakukan korupsi uang rakyat. Nah, dengan sedekah busana ini, diharapkan mereka yang semula tidak malu, harus malu,” celetuknya.

Aleksail menambahkan, sedekah busana ini, mengumpulkan baju-baju baru dari para pengusaha konveksi di wilayah Wonopringgo.

“Di Kecamatan Wonopringgo, memang banyak pengusaha konveksi baik kecil maupun yang besar. Jadi kita patungan dan iuran hasil konveksi kita untuk warga,” paparnya.

Sementara itu, pemberian baju dan celana baru ke ribuan warga ini, dilakukan dengan sitem tiket yang dibagikan oleh pihak panitia. Warga sendiri dilarang saling berebut baju atau bahkan memilih baju sesuai dengan apa yang diambilkan oleh petugas.

Sri Ningsih (46), warga sekitar yang pekerjaanya sebagai buruh, mengaku senang dengan acara ini.
“Senang bisa dapat baju baru dan gratis lagi. Saya sendiri biasanya dapat baju setahun sekali saat lebaran. ituoun dikasih orang,” ujar Sri Ningsih yang turut meluapkan rasa senangnya usai mendapatkan setelah baju batik. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *