Nasional News

Satlantas Surati Satpol PP, Dilarang Gunakan Rotator dan Sirine

Dilarang Gunakan Rotator dan Sirine-undang undang
Penggunaan Lampu Isyarat/Rotator dan Sirine UU No 22 Tahun 2009 Pasal 159

*Hanya untuk Kendaraan Tertentu Sesuai UU

BATANG – Maraknya penggunaan sirine dan lampu isyarat atau yang biasa disebut rotator ataupun Strabo dikalangan pengguna kendaraan, baik pribadi maupun instansi pemerintahan, membuat anggota Polri di daerah, kini gencar mengadakan operasi gabungan. Langkah tersbeut dilakukan guna menindak para pengguna mobil dan sepeda motor yang melanggar ketentuan.

“Tidak semua kendaraan bermotor bisa menggunakan sirine dan lampu rotator, hanya kendaraan kendaraan tertentu saja. Bahkan, apabila tidak sesuai bisa ditindak oleh anggota Kepolisian,” terang Kasatlantas Polres Batang, AKP M Adiel Aristo, Selasa (17/10).

Dikatakan Kasatlantas, penegakkan aturan itu mengacu pada Undang Undang nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Pada pasal 59 ayat 5 disebutkan, lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kemudian, lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah. serta lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, serta angkutan barang khusus.

“Jadi sudah jelas, bagi pemilik kendaraan pribadi maupun instansi pemerintahan yang tidak masuk kedalam daftar aturan Undang Undang, dilarang membunyikan sirine dan memasang lampu rotator sembarangan,” tegas AKP Aristo.

Apabila melanggar aturan yang sudah disebutkan diatas, maka pengendara dapat dikenakan ketentuan pidana sesuai dengan pasal 28 ayat 5, yaitu ketentuan pidana kurungan satu bulan dan denda Rp250 ribu. Selain itu, juga di lakukan penilangan dan penyitaan sirine maupun rotatornya.

“Diwilayah Batang sendiri sudah gencar kita lakukan sosialisasi dan penindakan hukum, dan untuk sementara waktu ini baru kita temui dua pelanggar. Sudah kita lakukan penilangan dan pencopotan ditempat, saat itu juga,” bebernya.

Selain melakukan sosialisasi dan penindakan, Satlantas Polres Batang juga sudah melayangkan surat peringatan ke sejumlah instansi pemerintahan yang menggunakan sirine dan lampu rotator pada kendaraan dinasnya, seperti Satpol PP Kabupaten Batang.

“Untuk sirine dan rotator yang ada di mobil dinas Satpol PP, sudah kita coba layangkan surat peringatan. Untuk lebih bijak dalam menggunakan sirine dan rotator, sesuai dengan aturan Undang Undang yang berlaku,” terangnya.

Aristo mengatakan, kebanyakan dari pengendara kendaraan yang melanggar aturan dengan memasang sirine dan lampu rotator, hanya untuk mengikuti tren perkembangan zaman.

“Saat kita tanyai, mereka menjawab hanya untuk gaya gayaan saja, mengikuti tren saat ini. Kemudian juga ada yang mengatakan, agar mereka diberi jalan dan dapat melaju dengan cepat di jalanan, tanpa adanya hambatan,” tandasnya. (ap6)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo