Kajen

Musim Peralihan, Masyarakat 8 Kecamatan Dihantui Bencana Longsor

Daerah Rawan Bencana Tanah Longsor (Kabupaten Pekalongan)KAJEN – Memasuki musim peralihan atau pancaroba dari kemarau ke penghujan, sebanyak 8 wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan masuk kategori rawan bencana longsor. Adapun daerah tersebut yaitu Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Petungkriyono, Lebakbarang, Talun, Doro, Kesesi dan Kajen. Daerah rawan bencana tanah longsor itu terletak di 77 desa yang ada.

Selain itu masyarakat diimbau untuk mewaspadai bencana angin kencang, banjir. Karena serangan angin kencang mengancam seluruh kecamatan atau 19 kecamatan di Kota Santri. Adapun bencana banjir mengancam 70 desa, dan Kabupaten Pekalongan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko membenarkan bahwa memasuki masa peralihan tersebut BPBD Kabupaten Pekalongan sudah mempersiapkan diri dari kemungkinan munculnya bencana alam. Di antaranya, BPBD melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap kemungkinan adanya bencana alam selama musim pancaroba ini.

“Selama musim peralihan ini yang perlu diwaspadai adalah angin cepat, longsor, dan banjir. Angin cepat ini mengancam di 19 kecamatan. Untuk longsor paling rawan di Kecamatan Paninggaran, Kandangserang, Lebakbarang, Petungkriyono, Talun, Karanganyar, Kajen, dan Kesesi. Untuk rawan banjir ada 70 desa, dan 77 desa rawan longsor,” terang Bambang.

Untuk itu ia meminta, jika ada kejadian bencana alam, lanjut dia, masyarakat diminta untuk segera melapor ke BPBD melalui desa atau kecamatan agar bisa segera ditangani.

Guna mengantisipasi timbulnya korban, selain sosialisasi ke desa-desa rawan bencana alam, lanju, BPBD Kabupaten Pekalongan juga mempersiapkan peralatan dan logistik. Di antaranya, BPBD Kabupaten Pekalongan telah mempersiapkan perahu karet 4 unit, truk dapur umum 1 unit, peralatan dapur umum 4 unit, penjernih air 1 unit, peralatan lainnya seperti chainsaw, dan logistik makanan, serta dukungan alat berat dari DPU dan Kodim.

Menurutnya, di akhir-akhir ini hujan dengan intensitas tinggi kerap mengguyur wilayah selatan atau pegunungan, sehingga masyarakat yang melintasi wilayah pegunungan untuk lebih waspada dengan ancaman guguran atau longsor tebing dan pohon tumbang. Sebab, jalur di wilayah pegunungan itu kanan-kirinya banyak berupa hutan lebat dan tebing-tebing yang rawan longsor.

“Untuk pohon tumbang kami koordinasi dengan dinas terkait seperti DPU, Perkim, Polsek dan Koramil. Jika terjadi pohon tumbang, tim langsung bergerak untuk evakuasi pohon. Seperti yang terjadi kemarin ada pohon tumbang di ruas jalan provinsi, yakni ruas jalan Kajen – Kalibening. Dengan koordinasi yang cepat, maka bisa diselesaikan secepatnya, sehingga lalu lintas normal kembali,” imbuhnya.(yon)

Penulis: Triyono | Radar Pekalongan
Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *