Kendal

Relawan Dilatih Pemberdayaan Masyarakat 

Kapal Tidak Berlayar
MUARA- Muara sungai Kendal penuh dengan perahu yang parkir menjadi salah satu pemicu air meluap saat hujan.
AKHMAD TAUFIK

Untuk Pengurangan Resiko Bencana

Setelah sukses menggelar sekolah sungai di berbagai daerah di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka sekolah laut untuk menghadapi ancaman bencana hidrometologi. BNPB menggandeng pihak kampus yakni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), TNI Angkatan Laut khususnya Akademi Angkatan Laut dan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melatih relawan atau fasilitator yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat untuk melakukan gerakan pengurangan resiko bencana.

Gerakan pengurangan risiko bencana melalui sekolah laut ini diharapkan terintegrasi dengan sekolah sungai dan sekolah gunung. Tidak hanya untuk mengurangi risiko bencana namun juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan pelaku kebencanaan.

Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Lilik Kurniawan, menyampaikan bahwa berdasarkan data BNPB dari tahun 2002–2016, ancaman bencana hidrometrologi terus meningkat dan mendominasi hingga 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia. Seperti banjir, tanah longsor, angin ribut, kekeringan, gelombang pasang yang pasti berujung pada kerugian yang terus meningkat. Hal tersebut perlu upaya riil yakni dengan gerakan yang terintegrasi melibatkan semua pihak dengan berbasis pada masyarakat.

“Dalam rangka mendukung tercapainya nawacita dan tujuh misi pembangunan nasional, antara lain untuk mencapai kemandirian ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, maka investasi dalam membangun ketangguhan nasional dan gerakan pngurangan risiko bencana melalui sekolah laut, sungai dan gunungdapat menjadi jawaban ataspersoalan tersebut,” ujar Lilik Kurniawan .

Sementara itu Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Kendal Mifdar menyambut baik inisiatif BNPB yang bekerjasama dengan BPBD dan Pemerintah Kabupaten Kendal untuk mengadakan sekolah laut bagi relawan dan masyarakat dan semua stakelholder. “Mari kita semua sukseskan program sekolah laut dari BNPB agar masyarakat semakin tangguh bencana,” katanya.

Dari data yang dihimpun ada 11 Kabupaten se-Indonesia yang memiliki garis pantai atau berbatasan langsung dengan laut diantaranya  Pacitan, Kendal, Tanggamus, Lamongan, Trenggalek, Pekalongan, Kota Semarang, Pekalongan, Provinsi NTB, NTT, serta Provinsi Jawa Timur. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik ss& Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *