Batang News

Polres Batang Bubarkan Sosialisasi Kandang Sapi

Sosialisasi Kandang Sapi
PEMBUBARAN – Kapolres Batang memberikan penjelasan kepada warga terkait pembubaran kegiatan sosialisasi, karena tidak mengantongi izin.
M Dhia Thufail

BATANG – Kepolisian Resor Batang bersama anggota Koramil 07/Bandar dan Muspika Kecamatan Bandar, Kamis (26/10) membubarkan kegiatan sosialisasi rencana pembangunan peternakan sapi milik PT Kejora Pelita Semesta (PT KPS) di Desa Sidayu, Kecamatan Bandar.

Ihwal pembubaran kegiatan sosialisasi itu dikatakan Kepolre Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga dikarenakan pihak PT KPS tidak memenuhi prosedur perizinan dalam menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pada warga masyarakat.

Selain itu, menurutnya, tindakan pembubaran itu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gesekan antar kedua kubu yang saling berseberangan. Sebab, melihat lokasi sosialisasi yang diadakan berada pada zona rawan terjadinya konflik.

“Kami menghentikan rencana kegiatan sosialisasi itu, karena menyangkut kondusifitas wilayah setempat. Kami mengkhawatirkan apabila sosialisasi itu tetap berlangsung akan terjadi gejolak yang tidak diinginkan. Terlebih, gelaran sosialisasi itu tidak mengantongi izin sesuai regulasi yang ada,” ujar Kapolres didampingi Kapolsek Bandar, Iptu Imam Sudrajat.

Semestinya, lanjut Kapolres, pihak penyelenggara dalam hal ini PT KPS dapat memenuhi prosedur dalam menyelenggarakan sosialisasi. Tidak semena mena dan semudah itu dalam mengeluarkan surat permohonan atau undangan sosialisasi pada warga masyarakat.

“Harusnya, kegiatan sosialisasi seperti itu yang mengeluarkan surat pemberitahuan atau undangan dari pemerintah desa. Bukan seenaknya dibuat mereka sendiri, lalu diedarkan ke warga masyarakat. Semua itu ada aturannya,” tegas Kapolres.

Sementara, Kepala Polsek Bandar, Iptu Imam Sudrajat mengatakan, bahwa sebaiknya warga pendukung maupun yang menolak pembangunan kandang sapi dapat menyalurkan aspirasinya melalui mekanisme yang sudah ada yaitu ke DPRD.

“Terkait masalah pembangunan kandang sapi yang masih menimbulkan pro dan kontra masyarakat, kami imbau masing-masing kelompok agar mampu menahan diri untuk tidak melakukan aktifitas yang kontra produktif, seperti yang baru saja kami hentikan,” katanya.

Ia menandaskan polisi akan bertindak tegas terhadap warga yang memaksakan kehendak terkait pembangunan peternakan sapi baik itu yang pro maupun kontra. “Kami bersikap netral dan tidak ingin dibenturkan pada salah satu kepentingan terhadap pembangunan kandang sapi di Desa Tumbrep,” terangnya.

Dikatakan juga oleh Camat Bandar, Wawan Nurdiansyah, masalah pembangunan kandang sapi telah banyak menimbulkan pro dan kontra pada warga setempat. Sehingga pemerintah daerah menyarankan pada PT KPS sebagai pelaksana pembangunan kandang sapi untuk pindah lokasi.

“Jika memang sosialisasi ini digelar maka seharusnya pemerintah desa yang memberikan surat undangan itu pada warga. Akan tetapi kenyataannya, tidak ada surat undangan tersebut. Sehingga kegiatan sosialisasi dibubarkan,” ungkapnya.

Menurut Wawan, gelaran sosialisasi yang diadakan oleh PT KPS itu juga keliru, sebab semestinya kegiatan sosialisasi itu diselenggarakan di lokasi Desa Tumbrep, dimana akan didirikannya kandang sapi tersebut. Namun, justru sosialisai itu digelar di Desa Sidayu, yang menurutnya itu salah.

Ia mengatakan, Pemda tidak alergi untuk membuka peluang investasi di daerah. Kendati demikian, masuknya pengembang investasi tidak menimbulkan kerawanan gesekan antarwarga setempat.

“Kami akan menyarankan pada investor PT KPS pindah ke daerah lain. Karena jika dipaksakan, dikhawatirkan dapat menimbulkan gesekan antar warga Desa Tumbrep dan warga Desa Sidayu,” tandasnya.

Sedang menurut Humas PT KPS, Hanifan, penyelenggaraan sosialisasi itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab, pihaknya telah membuat surat permohonan dengan tembusan ke Bupati Batang dan Camat Bandar.

“Kami sudah membuat surat permohonan dengan tembusan ke Pak Bupati dan Pak Camat. Surat itu kami ajukan pada tanggal 9 Oktober lalu. Jadi apabila dikatakan bahwa gelaran sosialisasi ini tidak berizin kami menyayangkan hal itu,” katanya. (fel)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *