Pendidikan

Statistik Pemuda dan Pendidikan di Kota Pekalongan

Nurul Kurniasih SST, Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan
Nurul Kurniasih SST, Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan

Oleh: Nurul Kurniasih SST, Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan

Pada tanggal 28 Oktober 1928 ada 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air yang berkumpul dan berikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Momen Sumpah Pemuda tersebut merupakan satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai semangat awal untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Begitu besar semangat para pemuda Indonesia pada saat itu untuk melahirkan Sumpah Pemuda. Begitu besar peran para pemuda Indonesia pada saat itu untuk berjuang dalam menegakkan negara Indonesia. Presiden Soekarno pun dulu pernah berkata, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia.” Pernyataan ini menunjukkan betapa besar kepercayaan beliau terhadap kekuatan pemuda bangsa ini untuk membangun negara Indonesia tercinta. Jika kita ingin melihat masa depan sebuah negara, maka lihatlah pemudanya dimasa kini.

Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan menyebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16-30 tahun. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2016, jumlah pemuda di Kota Pekalongan adalah 68.791 jiwa atau 22,99 persen dari total jumlah penduduk di Kota Pekalongan. Rasio jenis kelamin pemuda di Kota Pekalongan tahun 2016 adalah 100,61 yang berarti bahwa dari 100 pemuda perempuan di Kota Pekalongan terdapat 101 pemuda laki-laki. Kelompok pemuda umur 21 – 25 tahun di Kota Pekalongan tahun 2016 memiliki jumlah paling banyak yaitu sebesar 35,73 persen dibanding kelompok umur 16 – 20 tahun dan 26 – 30 tahun yang masing-masing besarnya adalah 35,39 persen dan 28,88 persen.

Pemuda merupakan bagian dari penduduk usia produktif. Selain itu, pemuda menjadi salah satu sumber potensial dalam proses pembangunan suatu daerah yang memegang peran penting sebagai sumber kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan. Kualitas masa depan suatu daerah ditentukan oleh karakter pemudanya di masa kini termasuk kualitas pendidikannya. Berbekal kemampuan dan kecakapannya, pemuda akan mampu menjadi bagian dalam proses pembangunan yang mandiri, kreatif dan berkomitmen.

Ditinjau dari sisi pendidikan, sebagian besar pemuda di Kota Pekalongan jenjang pendidikan tertingginya adalah SMA ke atas yaitu sebesar 33,74 persen. Sedangkan sebesar 32,10 persen pemuda di Kota Pekalongan tahun 2016 jenjang pendidikan tertingginya adalah SMP, 31,46 persen jenjang pendidikan tertingginya adalah SD, dan 2,28 persen pemuda tidak punya ijazah SD. Dan dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2016 didapatkan satu fakta bahwa ternyata masih terdapat 0,42 persen dari jumlah pemuda di Kota Pekalongan yang tidak/belum pernah sekolah.

Pemuda di Kota Pekalongan tahun 2016 yang masih sekolah di SMA merupakan persentase terbesar dari total jumlah pemuda yang masih bersekolah. Ada 78,88 persen pemuda yang masih sekolah di bangku SMA, 16,30 persen pemuda yang masih sekolah di bangku Perguruan Tinggi dan 4,82 persen pemuda yang masih sekolah dibangku SMP.

Dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2016 juga didapatkan satu fakta bahwa terdapat 58,28 persen pemuda berumur 16-24 tahun yang tidak bersekolah lagi. Dan sebagian besar dari jumlah tersebut adalah pemuda dengan jenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 59,74 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa pemuda laki-laki di Kota Pekalongan memiliki semangat lebih besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dibanding pemuda perempuan.

Pendidikan merupakan faktor penting dalam kehidupan suatu daerah. Maju mundurnya peradaban suatu daerah, salah satunya diukur dari kualitas pendidikan penduduknya. Dengan pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus yang cerdas dan kompeten dalam bidangnya. Oleh karena itu, perbaikan kualitas pendidikan pemuda di Kota Pekalongan harus terus ditingkatkan agar peran pemudanya dalam proses pembangunan semakin lebih baik. Perbaikan kondisi suatu daerah akan berjalan baik seiring dengan perbaikan kualitas generasi penerusnya.

Pembangunan Kota Pekalongan dalam bidang pendidikan telah tertuang dalam visi dan misi RPJMD Kota Pekalongan Tahun 2016-2021. Visi pembangunan dalam bidang pendidikan di Kota Pekalongan adalah “Terwujudnya Kota Pekalongan yang Lebih Sejahtera, Mandiri, dan Berbudaya Berlandaskan Nila-nilai Religiusitas”. Sedangkan misinya adalah “Meningkatkan Akses dan Mutu Pendidikan”. Banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan dalam bidang pendidikan tersebut. Pemerataan akses layanan pendidikan menuju suksesnya wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun telah diwujudkan dengan berbagai upaya antara lain Fasilitasi Penyaluran Dana BOS, Fasilitasi Operasional Pendidikan (FOP) SD/MI dan SMP/MTs, bantuan penyelenggaraan UAS SD/MI dan SMP/MTs, pemberian beasiswa berprestasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu SD/MI dan SMP/MTs, serta penyelenggaraan Kejar Paket A Setara SD dan Kejar Paket B setara SMP. Selain itu pemerintah Kota Pekalongan juga mengupayakan peningkatan mutu pendidikan dengan melaksanakan Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005.

Semua upaya yang dilakukan pemerintah Kota Pekalongan tersebut tidak lain adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang diawali dari kualitas pendidikan pemudanya. Selain upaya dari pemerintah tentunya perlu juga dukungan dan peran aktif dari seluruh warga Kota Pekalongan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas pemuda generasi penerus bangsa.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, “Pemuda Indonesia Berani Bersatu untuk Kemajuan dan Kejayaan Indonesia.” (*)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *