Jateng

Disdikpora Temukan 870 Anak Putus Sekolah

JEPARA – Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jepara cukup banyak. Pada rentang usia 6 tahun sampai dengan 21 tahun ditemukan 870 anak tidak sekolah. Data ini berdasar penyisiran yang dilakukan Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara (Disdikpora) Kabupaten Jepara. Pemerintah daerah melalui Bidang PNF Disdikpora berencana menyalurkan mereka ke berbagai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), serta Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP).

Kepala Bidang PNF Disdikpora Kabupaten Jepara Sri Utami menyebut, jumlah 870 anak dan remaja tidak sekolah sebenarnya masih di bawah target penyisiran yang dilakukan. Karena dana yang disediakan untuk pembiayaan pendidikan mereka, ditargetkan menjangkau lebih banyak dari jumlah itu.

“Ada dua sumber pembiayaan menyalurkan ATS agar mendapatkan pendidikan. Yakni dari pemerintah pusat dan CSR (corporate social responsibility,Red) PLTU Tanjungjati B,” kata Sri Utami di kantornya kemarin.

Dia menyebut jumlah yang didapat dari penyisiran masih di bawah target, karena target ATS yang bisa diakomodasi dengan biaya dari pemerintah pusat mencapai 670 anak. Sedangkan dari CSR PLTU Tanjungjati B 270 ATS.

“Dari jumlah 670 ATS yang akan dibiayai pusat, kami hanya mendapatkan 600 anak. Padahal kami sudah melibatkan kecamatan yang kemudian turun melalui elemen di desa hingga tingkat RT selama empat bulanan,” kata Sri Utami.

Penyisiran dibiayai pemerintah provinsi melalui Pusat Pengembangan Pendidikan Anak usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD-Dikmas). Disdikpora Kabupaten Jepara sudah melaporkan hasilnya, dan diverifikasi. “Hingga hari ini, dari 600 data yang dikirim, yang sudah lolos verifikasi 538 ATS. Kami terus berkomunikasi dengan PP PAUD-Dikmas karena berharap 600 lolos semua. Kami tanyakan dimana kekurangannya, dan akan kami penuhi secepatnya,” kata Sri Utami lagi.

Tahun depan, ATS yang lolos verifikasi akan disalurkan ke PKBM, SKB, dan LKP sesuai rentang usianya serta bakat dan minat yang dimiliki. Mereka juga akan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Saat ini Jepara memiliki 16 PKBM, 1 SKB, dan belasan LKP.

Khusus 270 ATS di Kecamatan Kembang, Bidang PNF sedang menyiapkan Nota Kesepahaman dengan PLTU Tanjungjati B yang akan membiayai penyaluran mereka ke lembaga yang sama dengan dana CSR. Dari jumlah itu, sebanyak 60 ATS akan mengikuti Kejar Paket B (setara SMP) dan 210 lainnya Kejar Paket C (setara SMA). Dalam draf MoU yang disiapkan, rencana kontrak kerja sama berdurasi selama tiga tahun dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan. (zen)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *