Kajen

Dua Residivis Kambuhan Diringkus

Residivis Kambuhan
EKSPOSE – Kasubag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar menunjukan barang bukti dalam gelar Perkara.
TRIYONO

Dua residivis kambuhan yang beraksi di wilayah Hukum Polres Pekalongan berhasil diringkus anggota Buser Polres Pekalongan. Kedua pelaku kerap beraksi di malam hari pada tempat yang sepi.

Kedua pelaku adalah MSW (18) dan Anwarudin (24) yang merupakan buruh jahit warga Desa Pekiringan Ageng, Kecamatan Kajen.

Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar, kepada sejumlah awak media dalam gelar Perkara di Aula Mapolres, menyampaikan berdasarkan pengembangan yang dilakukan Tim Polres Pekalongan terkait tindak pencurian di Desa Gejlik Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan pada Senin (26/6) beberapa waktu lalu, ternyata para pelakunya merupakan residivis.

“Dari pemeriksaan para pelaku pernah ditangkap kasus yang sama di daerah Kesesi pada tahun 2016 dengan menjalani hukuman penjara sekitar sepuluh bulan,” terangnya.

Menurutnya, selain pernah menjalani hukuman ternyata kedua pelaku sebelumnya menjalankan aksi penjambretan di Jalan Raya Banjardowo Desa Gebangkerep Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan pada tanggal 16 April 2017. Korban Siti Asiyah (43), menderita kerugian sekitar Rp 3 juta, lantaran berhasil merampas tas berisi uang Rp 1,5 juta, surat-surat berharga dan ATM, serta handphone Samsung Galaxy J2 warna putih.

“Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah keduanya jalan-jalan mencari sasaran dengan mengendarai sepeda motor. Setelah bertemu korbannya, selanjutnya memepet dan melakukan penjambretan milik korban,” terang dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku akan dikenakan Pasal 365 ayat 1 dan ayat 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun penjara.

“Adanya hal ini saya mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati atau waspada ketika melintas di tempat sepi apalagi pada malam hari. Lebih baik ajak teman atau saudara,” imbaunya saat melakukan gelar perkara kasus pencurian di Halaman Mapolres Pekalongan kemarin.

Ketika dimintai keterangan awak media salah seorang pelaku Anwarudin mengakui perbuatannya. Hasil dari tindak kejahatan yang dilakukannya digunakan untuk berfoya-foya.

“Dalam aksi saya sebagai eksekutor, dan hasilnya kami bagi dua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Anwarudin. (yon)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *