Kajen

Cuaca Buruk, Nelayan Tetap Melaut

TPI Jambean
TPI JAMBEAN – Meski cuaca buruk, ratusan nelayan di TPI Jambean, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan tetap nekat melaut.
MUHAMMAD HADIYAN

WONOKERTO – Meski cuaca buruk, ratusan nelayan di TPI Jambean, Wonokerto, Kabupaten Pekalongan tetap nekat melaut. Meskipun dihadang gelombang, para nelayan ini tetap mengais nafkah dengan mencari ikan di laut.

Imanudin (40), salah satu nelayan TPI Jambean mengatakan, saat ini cuaca di laut cukup buruk. Hal ini dikarenakan masa pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke penghujan.

“Di laut, gelombang sekitar satu meter lebih. Selain gelombang, juga terkadang ada angin kencang,” ujar Imanudin, kemarin.

Meski demikian, dirinya tetap melaut bersama rekan-rekan nelayan lainnya. Hanya saja, hasil tangkapan ikan di laut cukup berpengaruh dengan kondisi cuaca semacam ini. Penurunan hasil tangkapan mencapai 50 persen dari biasanya. “Hasil tangkapan berkurang. Pendapatan kita pun berkurang,” tuturnya.

Dijelaskan, jika biasanya melaut selama dua hari bisa mengantongi penghasilan Rp200ribu, kini hanya Rp100ribu untuk sekali berlayar.

“Itu sudah dipotong untuk keperluan lain, seperti bahan bakar, dan lain-lain,” jelas Imanudin.

Biasanya, lanjut dia, cuaca buruk ini mengalami puncaknya di Bulan Desember-Januari.
Dimana di saat-saat itu sering ada gelombang besar.

“Untuk kapal nelayan di TPI Jambean yang ukurannya rata-rata 2 GT, kalau ada gelombang besar ya tidak melaut. Kalau sekarang, ketinggian gelombang sekitar satu meter. Kita masih bisa mengatasinya dengan menunggu, satu jam gelombang tersebut tidak muncul lagi,” terangnya.

Salah satu nelayan setempat, Suroto juga menuturkan, jumlah kapal nelayan di TPI Jambean sampai saat ini mencapai 180 unit. Masing-masing kapal rata-rata memiliki dua awak.

“Untuk jumlah kapalnya di TPI ini sekitar 180 unit, dengan rata-rata ukuran kapal 2 gross ton. Setiap kapal memiliki awak 2 atau 3 nelayan,” pungkasnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *