Metro News

Kelurahan Paling Kotor akan Diekspos

Bantuan Kepada Janda
SIMBOLIS – Plt Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz saat memberikan bantuan kepada janda dan lansia terdampak rob di Kelurahan Bandengan, Jumat (27/10).
M. AINUL ATHO

Saelany Cetuskan Ide Kompetisi Kebersihan

Plt Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz ingin membuat kompetisi kebersihan antara kelurahan. Ia menjanjikan hadiah kepada kelurahan yang dianggap paling bersih setiap bulannya. Namun bagi kelurahan terkotor, juga akan diumumkan ke publik agar bisa memberikan motivasi untuk lebih baik lagi.

“Saya punya pikiran nanti melalui tim kami bersama empat camat yang ada, akan membuat pola kebersihan di kelurahan-kelurahan. Kami nanti akan berikan penghargaan kepada kelurahan terbersih setiap bulannya. Begitu juga yang paling kotor, juga akan diumumkan agar mereka merasa malu dan bisa meningkatkan kebersihan di lingkungannya,” tutur Saelany saat memberi sambutan dalam kegiatan sepeda sehat K3 di Kelurahan Bandengan, Jumat (27/10).

Dengan metode itu, Saelany ingin agar kelurahan dapat berlomba-lomba untuk membersihkan lingkungannya. Sebab selama ini, ia mengamati bahwa kesadaran akan kebersihan lingkungan semakin menurun. “Pembangunan sudah baik, tapi saya lihat, yang saya ingin kritisi adalah semangat menjaga kebersihan warga yang justru menurun,” katanya.

Menurutnya, banyak pembangunan yang sudah dilakukan termasuk untuk penanganan rob, salah satunya di Kelurahan Bandengan. Dalam kesempatan itu, ia menuturkan cerita lucu saat hendak berangkat dalam kegiatan tersebut. “Saat akan berangkat kesini, saya minta disiapkan sepatu boot ke ajudan, tapi saya diketawakan. Karena ternyata kondisi Bandengan sudah lebih baik sekarang, sudah tidak ada genangan dan itu ternyata benar,” kisahnya.

Ia melihat bagaimana jalanan di Kelurahan Bandengan kini sudah nyaman untuk bermain anak-anak. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, dimana hampir seluruh jalan tergenangi banjir rob. “Memang masih ada genangan disana sini, terutama di dalam perkampungannya. Ini akan ditangani berikutnya dengan program pembangunan tanggul yang sudah dimulai,” tambah Saelany.

Dalam kegiatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan kepada para janda dan lansia terdampak rob di Kelurahan Bandengan. Bantuan yang diberikan yakni berupa enam kwintal beras, mi instan dan matras. “Bantuan juga diberikan ke tiga kelurahan lain. Jadi ada empat kelurahan terdampak rob yang kami beri bantuan lewat Dinsos P2KB yakni Bandengan, Panjang Wetan, Kandang Panjang dan Pasirkraton Kramat,” jelas Kabid Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos P2KB, Amri Chusniyati.

Sedangkan untuk total bantuan yang diberikan untuk empat kelurahan yakni dua ton beras, 60 dus mi instan dan matras. Kelurahan yang dibantu merupakan kelurahan terdampak rob yang mengajukan bantuan kepada Plt Walikota Pekalongan. “Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan dan membantu kebutuhan masyarakat. Hari ini diserahkan secara simbolis di Kelurahan Bandengan,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *