Metro News

Setelah Pinjam, Pelaku Ekonomi Ditinggal

BeKraf
SAMBUT BAIK – Plt Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, menyambut baik kegiatan BFC yang digelar Bekraf di Kota Pekalongan sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

Terungkap dalam Acara Bekraf Financial Club

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mempertemukan lembaga keuangan dengan para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pekalongan dalam kegiatan bertajuk ‘Bekraf Financial Club (BFC)’ di Hotel Horison, Jumat (27/10).

Kegiatan digelar untuk merinci sistem bisnis dari para pelaku ekonomi kreatif. Sehingga lembaga keuangan dapat mengetahui kondisi, dan kebutuhan mereka saat akan memberikan pinjaman keuangan.

Kegiatan tersebut disambut baik para pelaku ekonomi kreatif. Namun menurut mereka, ada hal yang lebih penting dari sekedar pemberian pinjaman atau modal bisnis untuk ekonomi kreatif. “Permodalan memang sangat krusial dari dulu. Tapi tidak cukup itu, harus ada timbal balik. Lembaga keuangan kami harap, bukan cuma menjalankan program dan cari keuntungan saja,” ungkap salah satu pelaku ekonomi kreatif Kota Pekalongan, Arif Wicaksono.

Menurutnya, selama ini para pelaku ekonomi kreatif hanya menjadi salah satu sasaran untuk menjalankan program pinjaman dari para lembaga keuangan. Setelah pinjaman cair, mereka ditinggalkan. Tidak ada sinergi lebih lanjut tentang bagaimana kelanjutan bisnis dari para pelaku usaha yang telah diberikan pinjaman.

“Tidak hanya uang. Kami juga butuh pendampingan. Bagaimana kesulitan-kesulitan yang dialami bisa dibantu misalnya pemasaran, pembukuan keuangan, atau hal lain yang selama ini menjadi kendala. Jadi jangan sampai hanya diberi pinjaman, ditinggal kemudian ketika ada kredit macet kami dikejar,” ujar pria yang juga Sekretaris Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Kota Pekalongan itu.

Apa yang disampaikan Arif, memang menjadi salah satu tujuan yang ingin dicapai Bekraf dalam menggelar kegiatan itu. Dikatakan Direktur Akses Permodalan Bekraf, Restog K Kusuma, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Bekraf untuk memenuhi kebutuhan modal dan kebutuhan lain para pelaku ekonomi kreatif dalam menjalankan usahanya. Juga kepada perbankan dan lembaga keuangan, agar dapat dikenalkan bagaimana sistem bisnis para pelaku ekonomi kreatif.

“Disini adalah ajang sharing. Kami berikan wawasan ke lembaga keuangan dan perbankan bagaimana sistem bisnis pelaku ekonomi kreatif, berapa omsetnya, bagaimana pendanaannya. Ini bisa dikenalkan lewat sharing, sehingga perbankan atau lembaga keuangan lain bisa mengerti kondisi dan dapat menentukan skema pendanaan yang tepat agar bisa memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif,” jelasnya.

Kegiatan BFC di Kota Pekalongan, menjadi yang kelima yang dilaksanakan Bekraf. Sebelumnya, sudah digelar empat kegiatan serupa di empat kota lain dengan sub sektor yang berbeda. Untuk Kota Pekalongan, Bekraf mengajak para pelaku usaha kreatif dari tiga sub sektor yakni fashion, kuliner dan kriya.

Selain dengan BFC, Bekraf juga memiliki program bisnis matching, dimana para pelaku ekonomi kreatif membuat proposal kepada lembaga keuangan untuk pendanaan usahanya. Sebagai perwujudan program tersebut, Bekraf juga membuat landing model dari beberapa sub sektor ekonomi kreatif sebagai pedoman lembaga keuangan tentang sistem bisnis usaha ekonomi kreatif. “Tahun ini ada empat landing model dari empat sub sektor ekonomi kreatif yang akan dilaunching sebulan lagi yakni film, dokumenter, animasi dan game developer. Tahun depan kami akan buat empat landing model lagi, sehingga memudahkan lembaga keuangan untuk menganalisa bentuk program yang tepat bagi para pelaku ekonomi kreatif,” tambahnya.

Plt Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Bekraf. Sebab menurutnya, program-program tersebut senada dan selaras dengan denyut ekonomi Kota Pekalongan yang arahnya memang menumbuhkan ekonomi kreatif. “Karena disini ekonomi kreatif menjadi tumpuan dan ujung tombak,” tuturnya.

Sebab, lanjut Saelany, Kota Pekalongan tidak memiliki sumber daya alam yang baik. Sehingga dibutuhkan kreatifitas untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. “Kita selalu menyambut segala upaya yang ditujukan untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Pekalongan. Dengan fasilitasi ini, akan tumbuh dengan baik sinergitas anatara lembaga keuangan dan perbankan dengan para pelaku ekonomi kreatif,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman