Kendal News

Busyet, 14.282 Warga Buta Aksara

Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria
RESMIKAN – Bupati Mirna Annisa meresmikan “Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria” di Dusun Santren, Desa Pagersari, Kecamatan Patean.
NUR KHOLID MS

PATEAN – Berdasarkan data Kemendikbud, 14.282 orang atau 2,82 % masyarakat di Kabupaten Kendal masih buta aksara. Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Keaksaraan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kastum, saat peresmian “Kampoeng Literasi Rumah Baca Ceria” di Dusun Santren, Desa Pagersari, Kecamatan Patean, kemarin.

“Kabupaten Kendal berada di urutan ke-14 dari 35 kabupaten kota di Jawa Tengah dalam peringkat buta aksara,” terang dia.

Diungkapkan Kastum, literasi terutama membaca dan menulis merupakan cakrawala dunia. “Mari bapak-bapak dan ibu-ibu, mulai sekarang jangan tidak ada yang membaca,” kata dia.

Kastum mengungkapkan, kampung literasi merupakan sebuah program dari gerakan Literasi Nasional. Gerakan literasi nasional bertujuan untuk menumbuhkembangkan gemar membaca.

Jangan sampai ada masyarakat Kabupaten Kendal yang belum bisa baca dan tulis. Berdasarkan data Kemendikbud, 14.282 orang (2,82 %) masyarakat di Kabupaten Kendal masih buta aksara.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan, seseorang bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya apabila memiliki kemampuan literasi dan terus mengasahnya.

Kemampuan literasi itu tidak hanya sekadar membaca dan menulis, lebih dari itu berupa kemampuan meningkatkan pengetahuan dan ilmu pengetahuan atau ketrampilan. Kata dia, kemampuan literasi perlu ditumbuhkan mulai dari membaca dan menulis sehingga punya pandangan luas tentang segala hal.

Bupati meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kendal supaya mau berjuang untuk memerangi buta aksara. Ia mengapresiasi dengan dibentuknya Kampoeng Literasi sebagai salah satu cara untuk memerangi buta aksara di Kabupaten Kendal.

“Kemampuan literasi perlu diterapkan secara “step by step”, sehingga indidvidu akan menguasai dan memahami dengan benar setiap skill atau kemampuan sehingga siap untuk melangkah ke tingkatan selanjutnya,” kata dia.

Koordinator relawan rumah baca dan kampung literasi, Munawar mengatakan, masyarakat sangat antusias dalam mendukung gerakan gemar membaca di rumah baca sebagai pemicunya. Selain itu, di rumah baca juga diadakan kegiatan antara lain beternak kelinci, membuat alat – alat dari gerabah dan UMKM. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *