Kendal

75% Lulusan SMK 2 Diterima Kerja

SMK N 2 Kendal
DITUNJUK – SMK N 2 Kendal ditunjuk Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud menyelenggarakan giat penyelarasan SMK dengan dunia usaha dan industri (Dudi).
NUR KHOLID MS

KENDAL – Setiap tahun, 75 persen lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kendal diterima kerja di berbagai perusahaan industri. Sementara 25 persennya lagi masih menunggu panggilan kerja.

Hal itu dibenarkan Kepala SMKN 2 Kendal, Maryono, didampingi Waka Humas SMK N 2 Kendal Setyo Raharjo, Jumat (27/10).

”Sekolahan sudah jalin kerjasama dengan berbagai perusahaan industri. Sebelum siswa lulus sudah mengikuti proses perekrutan kerja diberbagai perusahaan industri, dan saat lulus banyak yang diterima kerja,” katanya.

Maryono mengatakan, SMKN 2 Kendal sudah menjalin kerjasama dengan ratusan lebih perusahaan industri. Sehingga oleh Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditunjuk sebagai sekolah penghubung antara industri dengan SMK di Kabupaten Kendal. Dengan penunjukan itu, sekolahan yang dipimpinnya mendapatkan amanat menyelenggarakan giat penyelarasan SMK dengan dunia usaha dan industri (Dudi), dalam rangka program pengembangan SMK di kawasan industri nasional/ekonomi khusus.

“Kegiatan digelar di Hotel Saeinn, mengundang pemilik dunia usaha dan indutri dan diiukti Waka Kurikulum dari 34 SMK di Kabupaten Kendal. Undanganya ada 38 SMK. Pematerinya dari PT KIK dan PT MAN Group,”ungkap dia.

Maryono mengungkapkan, pada kegiatan penyelarasan SMK dengan industri, merupakan implementasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Serta tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman lima Menteri.

“Sebab ada tiga hal yang mendorong berkembangnya industri, yakni teknologi, modal dan SDM yang terampil,” ujar dia.

Maryono menyatakan, tujuan utama penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha dan industri adalah penyediaan sumber daya guru-guru produktif yang siap menggembleng anak didik supaya siap menjadi tenaga terampil yang handal dan siap bersaing. Hal itu ditindaklanjuti dengan perlunya menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai pengguna lulusan (link and match).

“Setiap peserta pada kegiatan penyelarasan kemarin, mengajukan penyesuaian kurikulum dengan Dudi. Dengan begitu siswa dapat diterima bekerja di Didu. Nantinya bisa ditindaklanjuti dengan MoU antara SMK dengan Dudi,” terang dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *