Metro Nasional News

Pengedar Narkoba: Konsumen Kami Orang Pekalongan

UNGKAP NARKOBA – Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu saat ekspos penangkapan dua tersangka pengedar narkoba, dengan barang bukti 10 kg ganja dan 54 gram sabu, Sabtu (28/10).
WAHYU HIDAYAT/ RADAR PEKALONGAN

 

*) Dua Pengedar Narkoba Ditangkap Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota

*) Barang Bukti 10 Kg Ganja dan 54 Gram Sabu

 

KOTA PEKALONGAN – Warga Kota Pekalongan dan sekitarnya ternyata sudah menjadi sasaran para pengedar narkoba. Pekalongan dipandang menjadi pasar menggiurkan untuk peredaran gelap narkoba.

Hal ini teungkap dari pengakuan dua orang tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan ganja yang telah diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan pada Jumat (27/10).

Untuk diketahui, Sat Res Narkoba Polres Pekalongan Kota, Jumat (27/10) sore, berhasil meringkus dua pria yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu dan ganja dalam sebuah penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Darkat, Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Tersangka pertama, berinisial KT (37), warga Comal, Kabupaten Pemalang, diamankan berikut barang bukti dua paket sabu-sabu seberat kurang lebih 54 gram senilai sekitar Rp80 juta. Dari tangan KT, polisi juga menyita barang bukti berupa satu paket kecil sabu-sabu, 5 gram daun ganja kering, 1 unit ponsel, 1 timbangan digital, serta 1 bong (alat hisap sabu) berikut beberapa sedotan.

Sementara tersangka kedua, berinisial AG (34), warga Pabean, Pekalongan Utara. AG diamankan berikut barang bukti 5 paket daun ganja kering seberat kurang lebih 10 kilogram, serta satu unit ponsel.

Di hadapan petugas dan sejumlah wartawan saat press rilis kasus tersebut, Sabtu (28), tersangka pengedar sabu berinisial KT mengaku dirinya sudah sekitar satu tahun terakhir ini memakai dan mengedarkan sabu-sabu.

“Selain saya jual juga saya pakai sendiri. Sabu-sabu ini saya beli satu gramnya satu juta rupiah. Kemudian saya jual Rp 1,2 juta per gram. Selama ini saya jual sama orang Pekalongan saja,” akunya.

Pria yang mengaku berprofesi sebagai sopir ini menambahkan, sistem pembelian maupun penjualan sabu-sabu itu dengan cara transfer sejumlah uang terlebih dahulu. Komunikasi antara pemasok dan pembeli, dia lakukan melalui ponsel.

“Sistemnya komunikasi pakai telepon. Setelah uangnya ditransfer, saya kirim barangnya ke si pemesan. Sebelum uangnya ditransfer, saya belum akan ngasih barang,” ungkapnya.

Sementara, tersangka pengedar ganja, AG, mengaku mendapat dauun ganja kering seberat kurang lebih 10 kg dari seseorang. Ia mengaku hanya dititipi barang tersebut tiga hari sebelum tertangkap polisi. “Saya cuma dititipi orang. Sebelumnya saya cuma peserta (pembeli atau pemakai, red), sudah setahunan ini,” ujarnya.

Namun, iapun tak dapat mengelak sangkaan bahwa dirinya juga turut mengedarkan ganja maupun sabu-sabu. Saat didesak lebih lanjut, dia mengakui beberapa kali mengedarkan sabu-sabu yang ‘paket hemat’. “Kadang jual paket hemat sabu, per paketnya mulai dari Rp200 ribu,” akunya.

Baik AG maupun KT, mengaku sudah saling kenal sejak lama. Mereka berdua pun tertangkap polisi di lokasi yang sama, sesaat setelah bersama-sama mengonsumsi narkoba. Dari hasil tes urine, keduanya pun positif mengonsumsi narkoba.

*) PENGEMBANGAN KASUS SEBELUMNYA

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu, didampingi Wakapolres Kompol Saprodin dan Kasat Res Narkoba AKP Rohmat Ashari, dalam ekspos kasus tersebut, Sabtu (28/10), menjelaskan bahwa terungkapnya kasus tersebut berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya.

“Dari hasil pengembangan dan informasi yang didapat, anggota Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota melakukan penggerebekan dan penggeledahan di salah satu rumah tersangka di daerah Pabean, Pekalongan Utara,” jelas dia.

Dari penggerebekan itu, petugas menangkap dua orang tersangka, serta mengamankan barang bukti lima paket daun ganja kering seberat kurang lebih 10 kilogram dan sabu-sabu seberat kurang lebih 54 gram, serta beberapa barang bukti lain.

“Kedua tersangka ini merupakan pemakai sekaligus pengedar. Mereka diduga sudah beberapa kali mengedarkan narkoba. Menurut pengakuan mereka, selama ini konsumen mereka orang Pekalongan. Sistemnya dengan cara online, melalui telepon, lalu uangnya ditransfer, baru barangnya dikirim,” jelas Kapolres.

AKBP Ferry menambahkan, pihaknya masih akan mengembangkan dan melakukan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut kasus tersebut, untuk mengungkap tersangka lain yang menjadi jaringan kedua pengedar yang sudah ditangkap.

Ditambahkan Kapolres, tersangka akan dijerat dengan Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), dan Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

*) TANGKAPAN TERBESAR

Sebagai catatan, pengungkapan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu mencapai kurang lebih 50 gram dan daun ganja kering seberat 9 kilogram ini merupakan hasil tangkapan terbesar yang didapatkan jajaran Sat Res Narkoba Pekalongan Kota.

Sebelumnya, pada Rabu (13/9), Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota berhasil menangkap seorang tersangka pengedar sabu-sabu di daerah Klego, Pekalongan Timur, berinisial J, dengan barang bukti sabu-sabu kurang lebih 20 gram.

Tak berselang lama, pada Rabu (18/10), Sat Narkoba Polres Pekalongan Kota kembali menangkap seorang tersangka pengedar narkoba berinisial MA (22) warga Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, dengan TKP di daerah Pringrejo, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Adapun barang bukti yang diamankan berupa 36 paket sabu-sabu seberat kurang lebih 13,5 gram senilai Rp20 juta lebih, serta 70 gram daun ganja kering siap edar. (way)

 

Penulis: Wahyu Hidayat