Selain Alergi, Gatal di Kulit Juga Bisa Disebabkan Akibat Gagal Ginjal Sampai Gangguan Fungsi Hati

0
21970
hubpages.com
hubpages.com

Semua orang pasti pernah ngalamin gatal di kulit walaupun intensitasnya berbeda-beda. Ada yang kadang-kadang, ada juga yang sering  bahkan hampir setiap hari ngalamin gatel-gatel. Kulit yang gatal ini emang bikin nggak nyaman, kalau didiemin aja rasanya gemes pengen ngegaruk, tapi walaupun sudah digaruk gatalnya nggak hilang. Banyak orang yang mengalami gatal di kulit tapi belum tahu pasti apa penyebabnya.

Sebenernya penyebab gatal ada macam-macam, dari mulai digigit nyamuk sampai gatal akibat penyakit tertentu. Gatal bisa terasa  di area tertentu di seluruh tubuh. Gejala yang ditimbulkan kulit jadi kemerahan atau ruam dan biasanya gatal bisa reda dengan sendirinya. Atau bisa juga langsung hilang setelah minum obat tertentu.

Kulit gatal atau Pruritas itu kondisi yang sebenernya umum terjadi. Tapi kalau terjadi dalam waktu lama dan diiringi gejala lain, mungkin bisa jadi indikasi ada masalah kesehatan serius seperti gangguan ginjal. Atau bisa juga akibat gangguan fungsi hati yang bikin kadar bilirubin darah meningkat. Dan akhirnya menyebar ke kulit sampai berwarna kuning dan terasa gatal.

1. Gatal Bisa Disebabkan Akibat Ruam Lokal Atau Kondisi Kulit Lainnya

www.hilady.in
www.hilady.in

Gatal bisa juga disebabkan akibat kondisi kulit kayak psoriasis atau dermatitis, eksim, kudis, folikulitis dan prurigo. Biasanya rasa gatal juga sering muncul di area yang lagi iritasi, kulit merah sampai bintik merah. Salah satu hal yang diduga memicu rasa gatal ini akibat xerosis atau kondisi kulit kering. Gejala xerosis itu mulai dari bintik merah sampai perubahan lain di permukaan kulit. Biasanya kulit kering disebabkan oleh kondisi lingkungan, kelembapan udara rendah, terlalu lama mandi atau nyuci. Dan juga terlalu lama berada di ruangan ber-AC.

2. Gangguan Saraf Bisa Memicu Gatal di Permukaan Kulit

http://universalfreepress.com/
http://universalfreepress.com/

Saraf yang terganggu atau kondisi yang mempengaruhi sistem saraf juga bisa bikin gangguan gatal di kulit. Misalnya multiple sclerosis, diabetes mellitus, saraf terjepit dan herpes zoster (dompo).

3.Gatal Juga Bisa Muncul Akibat Penyakit Dalam (Sistemik) yang Mempengaruhi Seluruh Tubuh

http://1obatherbalgagalginjal.com
http://1obatherbalgagalginjal.com

Penyakit dalam yang bisa menyebabkan gatal itu mulai dari penyakit hati, malabsorpsi gandum (Penyakit celiac), gagal ginjal dan anemia (Defisiensi besi). Bisa juga akibat gangguan tiroid dan kanker, termasuk leukimia dan limfoa. Kalau gatal akibat penyakit dalam biasanya bisa mempengaruhi seluruh tubuh, nggak cuma beberapa bagian tertentu aja. Kondisi kulit mungkin bakal keliatan normal, tapi untuk bagian tertentu yang sering digaruk, akhirnya menimbulkan goresan atau lecet.

4. Gatal Akibat Reaksi Alergi dan Iritasi

 http://www.pengobatanalergi.com
http://www.pengobatanalergi.com

Gatal juga sering diakibatkan reaksi zat tertentu yang ditolak sama tubuh kita. Misalnya alergi pemakaian kosmetik tertentu, sabun dan juga alergi makanan. Contohnya alergi makan seafood dan sebagainya, biasanya orang yang alergi seafood bakal ngerasa gatal nggak lama setelah makan. Selain itu iritasi akibat bahan pakaian juga bisa bikin gatal-gatal. Contohnya kulit nggak cocok sama bahan yang terbuat dari wool atau benda yang terbuat dari karet. Penyebab lainnya bisa dri biang keringat serta alergi tanaman tertentu.

5. Masa Kehamilan Juga Sering Menyebabkan Gatal-gatal di Kulit

www.pinterest.com
www.pinterest.com

Biasanya ketika kondisi kehamilan, sebagian wanita merasakan gatal di bagian perut, lengan, paha dan payudara. Penyebab utama gatal ketika hamil ini akibat perubahan hormon. Selain itu masalah kulit lain yang bisa berkembang saat hamil diantaranya papula urtikaria pruritus dan plak yang menyebabkan ruam dan gatal di paha dan perut bagian atas, Prurigo Gestationis (Ruam di lengan, kaki dan tubuh bagian atas) dan juga kolestatis obstetrik (Gangguan pada hati di masa kehamilan yang menyebabkan rasa gatal tanpa ruam).

6. Gatal Akibat Reaksi Obat Sampai Kondisi Psikologis

 http://www.wealthformyhealth.com
http://www.wealthformyhealth.com

Konsumsi obat-obatan yang berpotensi memicu gatal-gatal sampai ruam di kulit misalnya obat antibiotik/ aspirin, obat antijamur, obat nyeri narkotika. Biasanya gatal dan ruam akibat reaksi obat-obatan istilah medisnya Drug Erruption dan alergi obat. Pemicu lain yang bikin gatal bisa juga akibat infeksi cacar, kurap dan jamur, menopause. Dan juga kondisi psikologis yang nggak stabil kayak depresi dan kecemasan berlebihan.

Untuk mengatasi gatal, menggaruk bukan solusi utama. Terus-terusan menggaruk akhirnya malah menyebabkan luka,bekas di kulit sampai infeksi. Untuk menangani gatal, penting banget untuk mencari tahu penyebab utamanya supaya bisa mendapat pengobatan yang tepat. Untuk menangani gatal, ada cara sederhana yang bisa dilakukan dirumah. Diantaranya kompres bagian yang gatal dengan kain flanel yang dibasahi air dingin, mandi dengan air dingin dan jangan terlalu lama mandi, menghindari penggunaan pakaian dengan bahan yang menambah rasa gatal. Oleskan losion supaya kulit tetap dan menggunakan sabun dengan kandungan yang ringan.

www.webmd.com
www.webmd.com

Selain penanganan sederhana, gatal akibat kondisi tertentu juga bisa ditangani dengan konsumsi obat antihistamin dan krim steroid. Tapi kalau gatal-gatalnya nggak sembuh-sembuh setelah dua minggu, malah semakin parah, segera konsultasi ke dokter. Soalnya kondisi ini bisa beresiko makin serius kalau nggak segera ditangani. Apalagi kalau gatalnya sampai disertai sama gejala lain misalnya pembengkakan, kelelahan, kulit memerah sampai menguning. Penurunan berat badan dan perubahan frekuensi buang air kecil.

Kalau dari hasil diagnosis dokter gatal yang dialami akibat penyakit serius, biasanya pasien bakal menjalani tes darah untuk mengetahui potensi kekurangan zat besi. Bisa juga dengan melakukan pemeriksaan lain untuk mendeteksi kemungkinan kelainan fungsi tiroid, gangguan ginjal. Sampai pemeriksaan menggunakan sinar X untuk memeriksa kelenjar limpa.

Dokter juga kadang meresepkan Calcineurin Inhibitors (Penghambat kalsineurin) untuk menekan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi inflamasi kulit. Kalau nggak berhasil, dokter bakal memberikan antidepresan kepada penderita gatal kulit. (Dira Elita)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY