Efek Gula Bagi Kesehatan Itu Nggak Semanis Rasanya

0
2336
http://i.huffpost.com
http://i.huffpost.com

Kalau minum teh dan kopi, rasanya belum lengkap kalau nggak ditambah gula. Selain buat minuman, gula juga banyak digunakan untuk penyedap masakan. Tapi dibalik rasa manisnya, gula punya potensi menimbulkan masalah bagi kesehatan lho. Apalagi kalau dikonsumsi dalam jumlah yang banyak sampai berlebihan.

Banyak banget penyakit akibat konsumsi gula berlebihan. Umumnya masyarakat cuma tahu penyakit yang diakibatkan konsumsi gula yang berlebihan itu penyakit diabetes dan obesitas aja. Padahal masih ada beberapa penyakit serem yang awalnya dipicu konsumsi gula yang berlebihan, contohnya penyakit alzheimer. Walaupun gula itu nggak bagus-bagus amat buat tubuh, tapi konsumsi gula per kapita di seluruh dunia terus naik. Artinya ancaman kesehatan akibat gula di seluruh dunia udah nggak main-main.

Menurut American Heart Association, batasan asupan gula perhari untuk wanita adalah sekitar 6 sendok teh per hari atau nggak lebih dari 100 kalori. Tapi faktanya, banyak orang yang konsumsi gula sampai 18 sendok teh per hari. Biasanya asupan gula berasal dari minuman manis dan makanan kemasan.

1. Gula Bikin Diabetes dan Merusak Jantung

commonground.ca
commonground.ca

Di dalam tubuh kita, gula ini bisa diubah jadi lemak sampai lima kali lebih cepat daripada karbohidrat. Kandungan fruktosa dari gula juga di metabolisme dalam hati yang akhirnya jadi lemak hati dan memicu resistensi insulin. Ini yang akhirnya bikin orang yang kebanyakan makan gula jadi mengidap diabetes tipe 2 seumur hidupnya. Selain itu, menurut sebuah studi dalam Journal of American Heart Association 2013, gula ternyata bisa berpengaruh sama mekanisme pemompaan jantung dan meningkatkan resiko gagal jantung.

Studi juga menemukan kalau molekul gula dan patinya yang disebut glukosa metabolit glukosa 6-Fosfat (G6P) ini yang paling bertanggung jawab sama perubahan protein di otot jantung. Perubahan protein ini bisa meningkatkan resiko gagal jantung, tahu nggak sekitar setengah penderita yang didiagnosa gagal jantung akan meninggal dalam kurun waktu lima tahun.

2. Gula Punya efek Bikin Kecanduan dan Bersifat Racun Bagi Hati

 http://thespiritscience.net
http://thespiritscience.net

Menurut penelitian, otak orang yang menderita obesitas reaksinya terhadap gula mirip sama otak para pecandu alkohol. Untuk ngetes kamu termasuk kecanduan gula atau enggak, coba berhenti konsumsi minuman ringan dan makanan manis-manis. Kalau selama berhenti makan yang manis-manis kamu mengalami sakit kepala, jantung berdebar dan pengen makan yang manis, artinya kamu uda kecanduan gula. Menurut studi tahun 2012 yang terdapat dalam Journal Nature, fruktosa dan glukosa memiliki efek toksik pada hati sebagai metabolisme etanol. Etanol dalam minuman beralkohol punya kemiripan dengan jalur metabolik yang dilakukan fruktosa. Gula juga Bisa bisa meningkatkan berbagai resiko penyakit kronis sama kayak konsumsi alkohol berlebihan. Kerusakan hati itu bisa terjadi walaupun tubuh penderitanya nggak gemuk atau nggak mengalami kelebihan kalori.

3. Gula Bisa Mengganggu Hormon Leptin Tanpa Gejala Apapun. Makanya Sering Disebut Silent Killer

http://antiagingcareforwomen.com
http://antiagingcareforwomen.com

Menurut studi tahun 2008, konsumsi fruktosa berlebihan itu berhubungan dengan kondisi resistensi leptin. Leptin adalah hormon yang memberitahu kalau tubuh sudah cukup mendapat asupan makanan. Kalau hormon leptin sampai terganggu, kamu bisa makan sebanyak apapun yang akhirnya bikin obesitas. Kenapa sampai disebut silent killer? Soalnya jormon leptin yang terganggu ini nggak menunjukkan gejala sama sekali. Kalau sampai satu tahun terakhir berat badan terus bertambah tapi kamu nggak tahu penyebabnya, sebaiknya periksa berapa banyak fruktosa yang dikonsumsi dalam sehari.

4. Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Melemahkan Otak

imeatingwhat.com
imeatingwhat.com

Berdasarkan hasil riset di RS Charité Berlin, Kadar gula yang tinggi bisa menyebabkan Hipocampus mengecil. Hipocampus adalah bagian otak yang penting banget untuk menyimpan memori jangka panjang. Dalam studinya, orang yang memiliki kadar gula darah normal menunjukkan prestasi mengingat jauh lebih baik dibandingkan yang kadar gula darahnya tinggi. Selain itu konsumsi gula juga bisa mengakibatkan penuaan sel yang ujung-ujungnya bikin cepet keriput dan memicu penyakit kronis. Nggak cuma di kulit aja, gula juga bisa bikin penuaan otak yang bisa menyebabkan memori berkurang dan berakibat pada kesehatan kognitif keseluruhan.

5. Gula Bisa Memicu Sel Kanker

easyhealthoptions.com
easyhealthoptions.com

Ketika mengkonsumsi gula berlebihan, tubuh akan mengalami resistensi insulin. Nah resistensi insulin ini berhubungan sama kanker dan sudah tercatat di literatur. Menurut studi tahun 2013, gula dalam usus bisa memicu pembentukan hormon yang disebut GIP. GIP dikontrol protein ß-catenin yang tergantung dari kadar gula dan sewaktu-waktu bisa meningkatkan insulin yang dilepaskan pankreas. ß-catenin diduga berpengaruh sama kerentanan sel untuk membentuk kanker. Penelitian lebih lanjut juga menemukan hubungan negatif antara gula tinggi dan asupan pati dengan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker payudara dan kanker usus besar.

6. Gula Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh dan Memicu Sifat Agresif

drhollyclemens.com
drhollyclemens.com

Anak-anak yang mengidap sindrom hiperaktivitas dan kesulitan konsentrasi (ADHD), asupan gula yang tinggi bakal semakin membuat mereka nggak mampu berkonsentrasi, nggak bisa diam dan semakin agresif. Selain itu, kadar gula yang terlalu tinggi bikin sistem kekebalan tubuh jadi sulit memerangi bibit penyakit. Bahkan efektivitas sistem kekebalan tubuh bakal menurun sampai 40 persen. Gula juga bisa menghancurkan khasiat vitamin C yang berguna bagi sel darah putih untuk memerangi bibit penyakit. Gula juga bisa memicu peradangan dalam tubuh. (Dira Elita)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY