Metro News

Biayai Turnamen, Pertina Kota Pekalongan Ngutang

Biayai Turnamen, Pertina Ngutang
BERLATIH KERAS – Atlet Pertina Kota Pekalongan saat berlatih demi menghadapi Kejurprov, sekaligus akan menjadi ajang seleksi Popnas dan PON Remaja.
M AINUL ATHO / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Pekalongan, terpaksa harus ngutang untuk membiayai turnamen Kejurprov yang akan diikuti atlet-atlet tinju Kota Pekalongan pada 23 hingga 28 Februari mendatang.

Langkah tersebut diambil karena Pertina maupun KONI, sudah tak mempunyai anggaran untuk kegiatan operasional. Padahal Kejurprov yang akan digelar sekaligus sebagai pintu masuk atlet untuk ikut dalam Popnas dan PON Remaja.

“Akhirya kami ajukan cashbon (hutang) kepada Ketua KONI untuk memberangkatkan anak-anak (atlet Pertina). Dengan jaminannya, begitu uang tali asih keluar langsung dipotong (untuk melunasi hutang),” tutur Pelatih Pertina Kota Pekalongan, Fathurahman, saat dihubugi kemarin.

Untuk memberangkatkan sebanyak 15 atlet dan mengikuti turnamen selama sekitar satu minggu tersebut, Fathurahman mengaku, membutuhkan anggaran sekitar Rp14,5 juta. Pihaknya mengajukan hutang kepada Ketua KONI sebesar Rp10 juta dan sisanya dipenuhi dari sumbangan sejumlah sponsor.

Sedangkan total uang bonus yang didapatkan atlet-atlet dan pelatih Pertina dalam Dulongmas 2015 lalu, diperkirakan Fathurahman mencapai angka Rp30 juta. “Kalau tidak begini bagaimana. Karena kita butuh semua, kalau tidak cashbon kita tidak berangkat. Karena kami juga ditekankan oleh Pengprov untuk ikut mengirimkan, karena ini sebagai ajang seleksi juga,” kata dia.

Sebelumnya, Fathurahman mengaku sudah berjuang kesana kemari untuk mencari dana guna memberangkatkan atletnya ke Kejurporv. Namun dari serangkaian pertemuan baik dengan pengurus maupun dengan sejumlah donatur, tidak ada dana yang bisa digunakan untuk memberangkatkan atlet.

Dalam turnamen tersebut, Fathurahman mencanangkan target untuk meloloskan tiga atlet kembali untuk melengkapi dua atlet yang sudah dipastikan masuk. Dalam seleksi tersebut, tidak dicari siapa yang mendapatkan juara. Namun panitia akan melakukan seleksi terhadap kemampuan mental, fisik dan teknik atlet.

“Target kami bisa meloloskan tiga atlet lagi dari sembilan atlet putra dan enam atlet putri yang kami kirimkan. Mereka akan melengkapi dua atlet kami yang sebelumnya sudah ada di PPLP, mereka yang sudah diambil PPLP sudah pasti lolos. Sehingga harapan kami ada lima atlet Kota Pekalongan yang lolos,” beber dia.

Untuk persiapan, Fathurahman juga mengaku sudah menggeber atlet dengan latihan setiap hari, dan memberi libur latihan hanya satu kali dalam satu minggu. Pihaknya juga sudah menggelar sejumlah pertandingan persahabatan dengan beberapa atlet dari daerah lain demi mengukur kekuatan atlet Kota Pekalongan.

Sementara itu, Ketua KONI, Ricsa Mangkulla membenarkan bahwa pelatih Pertina datang dan meminta cashbon demi memberangkatkan atletnya ke Kejurprov. “Jadi tadi sampai Mba Nita, pelatih tinju wanita memberanikan diri menyampaikan bahwa masih ada bonusnya anak-anak yang belum keluar. Jadi bisa gak mereka mengajukan cashbon. Kalau cashbon ini kan sifatnya pribadi, nanti kalau bonusnya cair langsung dipotong,” kata Ricsa.

Ricsa mengaku tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh pelatih Pertina Kota Pekalongan. Dia menilai, mereka memiliki jiwa kepedulian terhadap olahraga yang tinggi, sehingga rela berkorban bagi atlet. “Sekarang siapa yang punya jiwa kepedulian terhadap olahraga seperti ini,” ucap dia.

Menurutnya, apakah masih ada orang yang peduli terhadap kemajuan olahraga yang berani muncul untuk membantu. “Kalau peduli harusnya kita bisa membantu dari kocek pribadi,” tandasnya.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Web - Honda_Efa September 2017