Minim Suport APBD, Ketua Komisi C Prihatin

0
307

KOTA – Tidak adanya anggaran APBD untuk mensuport kegiatan olahraga di Kota Pekalongan, menimbulkan keprihatinan bagi cabor dan atlet. Akibatnya, mereka akan terkendala saat melaksanakan kegiatan maupun mengikuti kejuaraan.

Kondisi demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Pekalongan, Sudjaka Martana. Anton, sapaan akrabnya, memandang bahwa saat ini kondisi cabor dan atlet memprihatinkan. Mereka harus rela iuran atau patungan jika ingin melaksanakan kegiatan maupun mengikuti kejuaraan. “Jadi untuk olahraga memang tidak ada dana. Kalau mau jalan atlet terpaksa harus iuran, istilahnya klontengan. Apa gak kasihan sekali itu,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (19/2).

Pendapat demikian disampaikan Anton menanggapi kondisi Pertina yang harus ngutang untuk mengikuti Kejurprov di Provinsi. Padahal, event tersebut sekaligus menjadi ajang seleksi kejuaraa Popnas dan PON Remaja bagi atlet. “Saya kira saat ini semua cabor baik itu tinju, panahan, sepak bola da cabor lain memang sedang prihatin,” tambah dia.

Meskipun, lanjut Anton, ketika sudah diberi anggaran APBD pun baik pengurus cabor maupun orang tua tetap harus tombok. Sebab, untuk meningkatkan prestasi biaya yang dibutuhkan tidak tercukupi dari APBD. Namun setidaknya menurut dia, ketika ada kucuran APBD kegiatan operasional cabor dapat berjalan.

Dikatakan Anton, memang dalam pembahasan APBD 2016 oleh Badan Anggara, alokasi dana untuk KONI dipotong. Dari proposal yang diajukan sebesar Rp1,5 miliar, hanya dipenuhi Rp900 juta. Anggaran itupun hanya untuk memberi bonus atlet dan pelatih yang berprestasi dalam Dulongmas tahun 2015.

“Anggaran itu hanya untuk tali asih atlet saja, sehingga tidak ada anggaran operasional untuk cabor. Kalau mau diberikan ke cabor, atlet tidak dapat bonus. Sehingga memang sulit dan serba terbatas,” tutur politisi Golkar tersebut.

Dia menyatakan, seandainya anggaran yang disetujui sesuai proposal yaitu Rp1,5 miliar, maka akan ada sedikit ‘nafas’ bagi cabor dan atlet. Dari perhitungannya, sisa anggaran Rp600 juta bisa digunakan untuk cabor dengan hitungan kasar jika dibagi rata untuk 30 cabor, maka per cabor akan mendapat Rp20 juta.

Namun dia berharap, dalam pembahasan APBD Perubahan nanti akan ada tambahan anggaran untuk olahraga. Anton menyatakan, sudah ada rencana untuk memberikan anggaran tambahan yang akan dibahas oleh DPRD. “Insyaallah ada rencana itu. Dijanjikan oleh teman-teman (DPRD) nanti akan diganti saat perubahan,” kata pria yang juga Ketua Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) tersebut.

Tetapi dia belum mengetahui berapa anggaran yang aka ditambahkan untuk olahraga. Paling tidak menurut Anton, anggaran yang sebelumnya dipotong yaitu Rp600 juta bisa diganti dalam APBD perubahan. “Paling tidak mengembalikan itu, tapi saya belum tahun. Insyaallah ada, harapan saya begitu,” tandas dia.(nul)

Penulis: M Ainul Atho | Radar Pekalongan
Redaktur: Abdurrahman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY