Perkuat Industri Pertahanan dengan Strategi Lompat Katak

0
351
perkuat-industri-pertahanan-dengan-strategi-lompat-katak
COBA – Pengunjung mencoba Barrett m107a1 di Indo Defence 2016 Expo and Forum. Pameran industri pertahanan berskala internasional ini diadakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Ada 844 peserta yang berpartisipasi dalam perhelatan tahun ini.
RAKA DENNY/JAWAPOS

*Bangkitkan Kembali Kedigdayaan Nasional

Sejumlah pimpinan industri di bidang pertahanan menyambut baik arahan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang meminta agar industri pertahanan nasional melakukan percepatan penguasaan teknologi pertahanan atau militer. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan langkah dan strategi yang tepat.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa semua pihak harus dapat saling bekerjasama untuk membangun industri pertahanan nasional yang kuat dan mandiri. Menurutnya hal tersebut harus dilakukan serentak tidak hanya oleh pelaku industri pertahanan itu sendiri, tapi juga Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), BUMN, dan swasta.

Harry mengatakan bahwa masalah yang dihadapi oleh industri pertahanan nasional untuk mengejar ketertinggalan teknologi di bidang pertahanan dan keamanan dari negara maju cukup serius. Yakni penguasaan teknologi itu sendiri.

Karena itu, dia menghimbau agar pelaku industri pertahanan menerapkan strategi lompat katak atau lompatan jauh ke depan untuk mengejar ketertinggalan tersebut. “Karena kita tidak cukup memiliki banyak teknologi, kita ketinggalan dan jika kita memulai dari nol maka akan jauh sekali. Maka kita langsung pakai strategi lompat katak,” kata Harry usai melakukan penandatanganan kerja sama bidang pertahanan dengan sejumlah industri pertahanan dalam dan luar negeri di pameran Indo Defence 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), kemarin (3/11).

Harry menuturkan bahwa strategi lainnya untuk mengejar ketertinggalan yakni dengan menyerap pengetahuan dari industri pertahanan di negara-negara maju. Atau yang diistilahkan dengan Transfer of Technology (ToT).

Dia menjelaskan bahwa hal tersebut telah dilakukan Indonesia, seperti dalam pembelian kapal Landing Platform Dock (LPD) di Korea Selatan (Korsel) untuk kebutuhan TNI AL yang disertai dengan perjanjian ToT.  Teknologi pembuatan kapal yang dibeli beberapa tahun lalu tersebut kini telah dapat diproduksi sendiri oleh industri pertahanan dalam negeri, yakni PT PAL Indonesia. “Sekarang kita sudah mampu mengekspor varian LPD itu ke Filipina,” ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin mengatakan bahwa kualitas produk pertahanan PT PAL Indonesia, salah satunya seperti kapal LPD tersebut sangat bersaing. Hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan positif dari sejumlah negara yang memutuskan untuk memesan kapal tersebut dari Indonesia.

“Itu memang kelihatan sekali ada proses terkait erat apa yang disampaikan bapak wapres dalam percepatan penguasaan teknologi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Dirut PT Pindad Abraham Mose. Menurutnya, dengan cara menggandeng pemilik teknologi pertahanan dan keamanan modern industri pertahanan nasional dapat menciptakan jalan pintas (shortcut) untuk penguasaan teknologi pertahanan hingga dapat sejajar dengan negara-negara maju.

Salah satunya yang terbaru yakni kerja sama yang dilakukan oleh PT Pindad dengan perusahaan pertahanan asal Turki, FNSS dalam merancang desain Medium Tank. “Ini merupakan kehormatan baginPindad dari Kementerian Pertahanan untuk dapat mengekskalasi kemampuan perusahaan di bidang kendaraan tempur. Ini adalah langkah lain lagi bagi Pindad untuk bisa mandiri,” ucap Abraham.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa penguatan sistem pertahanan dan keamanan, salah satunya dengan membangkitkan kedigdayaan industri pertahanan nasional bukan untuk memicu perlombaan senjata di kawasan ASEAN.

“Saya tegaskan, Indonesia sebagai negara anggota ASEAN sepakat menjalin kerja sama dan memastikan menjadikan kawasan stabil, tertib, dan aman. Indonesia adalah negara yang cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan,” kata Ryamizard dalam pidatonya untuk membuka diskusi tentang industri pertahanan di Indo Defence 2016 kemarin.

Dalam kesempatan yang lai, industri pertahanan Indonesia membuka peluang melebarkan sayap ke Eropa. Salah satu caranya dengan menggandeng Yunani untuk bekerjasama. Kemarin, Menteri Pertahanan Nasional Yunani Panos Kammenos bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membicarakan kebijakan tersebut.

Usai pertemuan hampir satu jam di kantor wakil presiden Jalan Medan Merdeka Utara itu, Kammenos menuturkan hubungan yang baik antara Indonesia dan Yunani terus terjalin selama ini. Yunani menjanjikan bisa jadi batu loncatan untuk membuka peluag industi di sektor pertahanan di uni Eropa. Apalagi setelah ada nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) antara menteri pertahanan dua negara.

“Sinergi itu sangat penting bagi Indonesia dan Yunani bisa membuka peluang. Yunani bisa membuka pasar industri pertahanan Indonesia di Eropa. Sedangkan Yunani bisa buka pasar di Asia,” ujar Kammenos.

Kehadiran rombongan dari Yunani itu memang bertepatan dengan pameran industri pertahanan skala internasinal bertajuk Indodefence 2016. Di sela-sela pameran tersebut ada penandatanganan antara PT Pindad dan Theon Sensor SA dari Yunani. Mereka bersepakat untuk kerjasama memproduksi tank boat dan Sancha. “Kami sudah menandatangani kesepakatan dua industri pertahanan dan akan produksinya mulai bulan depan,” ungkap dia.

Selain soal  industri kemanan,  diskusi antara Kammenos dan JK berkisar pula dalam penguatan industri pariwisata. Yunani akan membantu mempromosikan Indonesia di Uni Eropa. “Saya ingin katakan bahwa ke dunia internasional kalau Indonesia itu negara yang aman,” ujar dia.

Indonesia dan Yunani sama-sama sedang berjuang melawan terorisme. Tapi itu tidak akan mengurangi rasa aman di masing-masing negara. Kammenos menyebutkan bahwa Indonesia dan Yunani punya banyak kesamaan. Antara lain soal kesamaan sebagai negara kepulauan. “Kami bisa menggaransi bahwa semua turis akan aman dan gembira di Indonesia,” tambah dia. (dod/jun)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY