Polisi Curiga Soal Motif Perampokan dan Pembunuhan di Pulomas

0
5020
Polisi Curiga Motif Perampokan-DUKA
DUKA KELUARGA – Tak kuat menahan tangis Almyanda Saphirra istri kedua Triono (Kerudung hitam) dan Zanette Kalila Azaria (Baju Pink) saat berada di pemakaman mantan suami Dodi Triono, beserta anakanaknya Diona Arika Andra Putri, Dianita Gemma Dzalfayla yang kemarin dimakamkan di Tanah Kusir.
PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS

*Dua Pelaku Dibekuk, Satu Tewas Didor

JAKARTA – Kasus perampokan disertai pembunuhan sadis yang menewaskan enam orang di Pulomas menemui titik terang. Hanya dalam waktu sehari, Polda Metro Jaya (PMJ) sudah mengantongi nama empat orang pelaku. Kemarin (28/12) dua diantaranya berhasil dibekuk di Poncol Indang, Rawa Lumbu, Bekasi, yakni Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang.

Namun, satu orang pelaku bernama Ramlan menghembuskan nafas terakhir karena kehabisan darah. Dia harus merasakan timah panas petugas karena nekat melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan mereka (pelaku, Red) ditangkap pukul 15.10, kemarin (28/12). Puluhan petugas menggerebek kontrakannya berada di Kampung Poncol Indang, Gang Kalong, RT 8, Rw 2, Rawa Lumbu, Kota Bekasi. Ketika digerebek mereka sedang berkumpul. Tidak mau buruannya itu lepas penangkapan dilakukan.

Terjadi ketegangan dalam proses penangkapan. Mereka melawan menggunakan senjata tajam. Dengan perlawanan itu, petugas terpaksa untuk menembak pelaku perampokan tersebut. “Dia ingin melukai petugas,” ujarnya.

Seketika mereka jatuh terkapar. Keduanya dalam kondisi kritis. Tidak mau menimbulkan korban jiwa evakuasi pun dilakukan. Mereka dievakuasi ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Namun sayangnya upaya penyelamatan tidak berjalan mulus.”Akibat pendarahan besar, Ramlan Butar – Butar meninggal dunia. Sedankan Erwin dalam kondisi lemah,” katanya di RS. Kramat Jati, kemarin.

Polisi Curiga Motif Perampokan-foto pelaku
FOTO PELAKU – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan menunjukan Foto 2 foto pelaku yang tertangkap tadi siang dikawasan Bekasi dan foto barang bukti perampokan di Pulomas yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia saat temu media di RS Polri Sukanto, Jakarta, Rabu (28/12/2016).
HARITSAH ALMUDATSIR/JAWA POS

Penangkapan berawal dari hasil pemeriksaan rekaman Closed Circuit Television (CCTV), di kediaman korban. Dalam rekaman itu diketahui perampokan dilakukan oleh empat pelaku. Keempat pelaku menggunakan topi serta kaca mata hitam. Gelagat mereka cukup tenang saat masuk ke rumah yang beralamat di Jalan Pulomas Utara 7A tersebut. Ketika itu pintu pagar rumah dalam kondisi tidak terkunci. Pelaku masuk dengan cara mengetuk pintu ruang tamu.”Setelah pintu itu dibuka oleh pembantu, pelaku langsung menyandera pembantu itu,” ucap dia.

Iriawan mengatakan, awalnya saat menganalisa CCTV itu petugas cukup kewalahan. Pasalnya, topi dan kacamata pelaku menghalangi analisa identitas keempatnya. “Sulit mengenali pelaku karena pakai topi dan kacamata,” ujarnya jenderal bintang dua tersebut.

Namun polisi tidak kehabisan akal. Pemeriksaan dilakukan lebih detil, salah satu yang membuat polisi bisa mengenali pelaku adalah cara jalannya. “salah seorang pelaku jalannya pincang. Cara jalan pelaku yang pincang itu membuat petugas menduga pelaku adalah Ramlan,” terangnya.

Ramlan merupakan penjahat kambuhan. Ramlah telah berulangkali masuk penjara karena melakukan kriminal. Petualangan kejahatan kali pertamanya terendus pada tahun 2001 lalu. Kejahatannya saat itu sama seperti sekarang, perampokan dengan kekerasan. “Terakhir Ramlan merampok WN Korea Di depok 2012 lalu. uang sebesar Rp 200 juta berhasil dikurasnya. Dan waktu itu belum tertangkap dan berstatus DPO,” paparnya.

Ramlan dikenal sebagai perampok kelas kakap. Dia hanya mengicar perhiasan, uang, dan benda – benda berharga. Alasanya karena barang – barang tersebut mudah dijual cepat dengan harga tinggi. “Kalau kendaraan lebih lama proses jualnya,” tuturnya Mantan Kadivpropam Mabes Polri tersebut.

Iriawan mengatakan, dugaan awal motif pembunuhan itu murni perampokan, namun masih perlu dikembangkan. Kemungkinan pelaku panik karena jumlah penghuni rumah yang cukup banyak. Para pelaku akhirnya memutuskan menyekap penghuni rumah di kamar mandi. Tujuannya agar mereka bebas melakukan aksinya itu.  “Jadi senpi dan sajam itu digunakan untuk menakuti korban. Bukan digunakan untuk membunuh. Karena korban tewas akibat kekurangan oksigen,” tambah dia.

Dia menyatakan, untuk identitas dua pelaku lainnya belum bisa disebutkan. Yang pasti, dua pelaku lainnya sampai saat ini masih dalam pengejaran. Pengejaran dilakukan di tiga wilayah. Bekasi, Cianjur, dan Bandung. Sebab informasi yang diterima para pelaku bersembunyi di lokasi tersebut.

Ada sejumlah barang bukti yang diamankan dalam penangkapan tersebut. Diantaranya uang sebesar Rp 9,7 juta, empat lembar uang Thailand, enam handphone, dan satu unit sepeda motor. Perhiasan serta barang berharga tidak ditemukan. Diduga mereka telah membagi rata barang berharga tersebut.

Informasi yang didapat Jawa Pos, satu pelaku lainnya berhasil ditangkap. Pelaku itu bernama Napitupulu. Pelaku ditangkap tidak jauh dari lokasi penangkapan Erwin dan Ramlan. Saat ini Napitupulu sedang dilakukan pemeriksaan. (ian)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY