Kendal

Tuna Netra Ahli Pijat

Ahli Pijat
MEMBANTU – Syaiful alias Gepeng, pria tuna netra yang dikarunia Tuhan mahir memijat.
NUR KHOLID MS

Sebagai orang yang berkebutuhan khusus, tuna netra, Syaiful tak mengira akan mempunyai kelebihan sebagai bentuk anugerah Tuhan yang diberikan. Melalui pijatan yang sudah tujuh tahun digelutinya sebagai tukang pijat panggilan, ia dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita orang lain.

Baginya, siapapun yang datang dan mengeluhkan rasa sakit dan minta tolong agar dipijit selalu dipenuhi dan tidak ditolaknya tanpa mengharapkan imbalan. Hal itu dilakukanya karena didasari atas dasar rasa ikhlas untuk bisa membantu antar sesama manusia.

“Saya juga tak tahu, kalau bisa mijitin orang. Karena tak punya keahlian khusus mijitin dan apalagi khursus jadi tukang pijat. Mungkin ini suatu hal lebih yang diberikan Tuhan dengan jadi tukang pijat untuk dapat membantu sesama,” kata Syaiful, anggota Pertuni Kendal, warga Desa Galih, Kecamatan Gemuh ini, saat ditemui di rumahnya, Selasa (10/1).

Ia mengisahkan, kemahiranya memijat sebagai bentuk potensi melekat yang selama ini tak pernah disadari. Karena, sejak kecil dalam benaknya tak pernah terbersit sedikitpun kelak akan berprofesi sebagai tukang pijat. Kalipertamanya potensi memijat itu tampak pada dirinya pada saat tujuh tahun silam. Ia diminta seorang tetangganya yang mengeluhkan sakit dan meminta agar dipijat. Merasa tidak mempunyai kemampuan tehknik memijat hal itu yang membuatnya menolak untuk memijat tetangganya yang mengeluhkan sakit itu.

“Saya tolak memijatnya. Takut nanti salah pijat. Tapi dia (tetangga,red) meminta saya terus memaksa agar mau memijat. Alasanya, sudah berobat kemana-mana penyakit yang dideritanya belum jua sembuh. Seraya meyakinkan, dia terus merajuk agar saya memijatanya. Akhirnya saya pijat dia sebisanya. Beberapa hari kemudian, dia datang ke rumah berterima kasih, penyakitnya sudah sembuh,” ungkap Syaiful, pria beristri janda yang kini dikaruniai dua anak yang rumahnya di belakang Pasar Tradisional Galih tersebut.

Ia mengungkapkan, atas dasar dan pengalaman itulah yang hingga kini dirinya banyak dimintai tolong bagi orang-orang yang mengeluhkan rasa kecapekan dan sakit supaya memijatnya. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *