Pondok Modern Tazakka Undang Mufti Damaskus dan Libanon

0
255

*Ulama Sepuh Dunia Beri Wasiat kepada Para Kiai

Kehadiran ulama-ulama sepuh dunia ke Pekalongan dalam rangka menghadiri undangan Maulid Akbar di Kanzus Sholawat asuhan Maulana Habib Lutfi bin Yahya ikut dimanfaatkan Pondok Modern Tazakka. Syaikh Prof Dr Adnan Afyouni, Mufti Damaskus, Syaikh Dr Riyad Hasan Baso ulama sepuh dari Lebanon dan Sayyid Umar Muhammad Deeb dari Mujamma’ Abu Nur Damaskus hadir di Pondok Modern Tazakka, Senin sore (9/1). HAKIM, TAZAKKA-BANDAR

Pondok Modern Tazakka Undang Mufti Damaskus dan Libanon
WASIAT – Para ulama dari Timur Tengah memberikan tausiah kepada kiai-kiai muda alumni Syam di Pondok Modern Tazakka, Bandar, Kab Batang
FOTO: DOK. TAZAKKA

PIMPINAN PM Tazakka bersama Gus Ahmad Fatir Hambali Ketua Al-Syami (Ikatan Alumni Syam Indonesia) dan Gus Akomaddhien Sofa (Ketua Forum Silaturahim Kiai Muda -FSKM-) memanfaatkan momentum tersebut dengan mengundang beberapa kiai muda pengasuh pesantren di sekitar Batang, Pekalongan, Tegal dan Kendal serta alumni-alumni Syam. Mereka berkumpul untuk mendengarkan wasiat dari para ulama sepuh dunia.

“Karena mendadak persiapan hanya dua hari, setelah mendapat arahan dari Maulana Habib Luthfi, maka kami hanya mengundang sekitar 50-an orang saja, itu pun undangannya via WA. Alhamdulillah yang hadir sekitar 40-an orang, ada beberapa dari Jawa Timur dan Jakarta yang mendengar berita ini ikut hadir,” papar Gus Anizar, unsur pimpinan PM Tazakka.

Ulama-ulama tersebut hadir ke Indonesia atas undangan Maulana Habib Lutfi dalam rangka acara Maulid Nabi di Kanzus Sholawat Pekalongan, yang dihadiri oleh ulama ulama dan masyarakat luas, Presiden RI, Panglima TNI, Kapolri dan jajaran kabinet kerja. Alhamdulillah di sela-sela kepadatan acara beliau-beliau, dapat berkunjung ke Tazakka, imbuh Gus Nizar.

Selain Gus Akom dari PP Al-Hikmah Benda, Brebes, nampak hadir antara lain: Gus Abdul Latif dari PP Al Muhajirin Tambak Beras Jombang, Gus Ahmad Fatir dari PP Al-Kinaniyah, Kiai Ismail dari PP MIQ Al-Hikam Tempel, Wonosobo, dan Kiai Masruri dari PP Darul Hikmah, Talang, Tegal. Sementara dari Muntilan, Magelang ada KH Dr Muhammad Zuhaery, MA dari PP Islam Al-Iman. Sedangkan dari Kendal adalah Kiai Huda dari PP Assalafiyah, Karangmalang.

“Alhamdulillah Gus Nasrulloh dan Gus Ahmad Naoval keduanya dari Jakarta hadir juga, ada Kiai Maruf Wonosobo, Kiai Labib Mahya Kendal, Gus Idris Kendal, Gus Muhammad Najih Surabya, dan Gus Nuhammad Edi Yogya, dan Gus Dhiya dari Brebes. Kumpul-kumpul seperti ini terobati rindu pada guru dan juga silaturahim dengan sahabat, kekompakan seperti ini yang mahal harganya,” tandas Gus Akom.

Bertempat di Ruang Pimpinan, Gedung Rabithah Pondok Modern Tazakka, para pengasuh pesantren khusyu menyimak tausiyah yang disampaikan para ulama itu. Selain mereka, sejumlah 26 orang santri kelas VI KMI Tazakka dan para asatid pun khusyu menyimaknya.

Wakil Pimpinan Tazakka, Gus Anizar Masyhadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi pada semua yang telah hadir maupun yang berhalangan hadir. “Silaturahim dan forum seperti ini harus terus kita galakkan, untuk menyamakan shaff dalam dakwah serta perjuangan keumatan dan kebangsaan melalui pesantren” ungkapnya.

Menurutnya, jika para pengasuh pesantren shaffnya rapat, setan tidak bisa masuk. “Setan di sini bisa berupa provokator atau orang-orang yang tidak suka dengan keberadaan pesantren dan selalu berusaha untuk menghambat perkembangan pesantren” lanjutnya.

“Kan seperti shalat jika shaffnya lurus dan rapat setan tidak bisa masuk, dan itu bagian dari kesempurnaan shalat kan?” tandas kiai muda yang pernah menjadi Sekretaris Duta Besar RI di Damaskus ini.

Syaikh Adnan dalam tausiyahnya menekankan pentingnya ulama untuk melanjutkan misi kenabian di zaman modern ini. Beliau juga berpesan agar para ulama Indonesia mengambil peran aktif menjaga dan memelihara bangsa dan negaranya dari setiap bahaya dan ancaman yang akan merusak.

Sedangkan Syaikh Riyad menyampaikan pentingnya adab akhlakul karimah dalam berdakwah. Menurutnya, ulama belum cukup jika hanya berbekal ilmu tetapi tanpa keteladanan sikap dan akhlakul karimah.

Usai tausiyah, para pengasuh melanjutkan dengan rapat internal untuk membahas berbagai program dan strategi pengembangan pesantren.

“Terima kasih kepada Tazakka yang bersedia memfasilitasi pertemuan yang sangat berharga ini. Insya Allah dalam waktu dekat, kami akan adalan pelatihan metode pengajaran bahasa Arab untuk pesantren-pesantren, tempatnya di Tazakka ini, saya harap semuanya mengirimkan utusannya karena ini sangat penting,” pungkas Gus Akom.

Adapun Gus Najih Ramadan sebagai sekretaris Al-Syami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini berkat kerjasama Tazakka-Al-Syami dan FSKM. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih luas lagi yang hadir agar sinerginya semakin kuat untuk membangun bangsa dan mendidik generasi Islam yang akan datang,” imbuhnya.

Acara diakhiri dengan santap makan malam nasi ‘mandi yaman’ dan kebuli ala Timur Tengah, yang dimasak oleh Ustadz Hasan Huluk dan tim (Pakar masakan Timur Tengah, mantan juru masak Wisma Duta KBRI Damaskus yang juga santri lulusan pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang). (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY