SKPD Malas Dicopot, Berprestasi Diberi Hadiah Umroh

0
270
Pakta Integritas
PAKTA INTEGRITAS – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi ketika Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Buku APBD tahun Anggaran 2017 dan Serah Terima Kendaraan Dinas Jabatan.
TRIYONO

Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Buku APBD 2017

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengelar Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Buku APBD tahun Anggaran 2017 dan Serah Terima Kendaraan Dinas Jabatan di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (10/1). Seperti apa? Triyono, Kajen

Pernyataan menarik dilontarkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Ia menjanjikan akan memberikan hadiah umroh kepada Kepala SKPD atau Kepala UPT yang berprestasi. Namun hal sebaliknya akan dilakukan Bupati apabila ada Kepala SKPD atau UPT yang blegendu atau malas akan diberikan sanksi dengan dicopot dari jabatannya.

“Siapa Kepala UPT yang paling nomor satu saya kasih hadiah umroh dari saya pribadi, tapi juga akan saya asesmen mana kepala SKPD, Kepala UPT yang paling ngendu tidak segan -sedang akan saya copot dari jabatanya,” tegas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam Penandatangan Pakta Integritas dan Penyerahan Buku APBD tahun Anggaran 2017 dan Serah Terima Kendaraan Dinas Jabatan di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (10/1).

Namun sebelum mencopot, ia akan memanggil kepala yang bersangkutan untuk disampaikan secara baik-baik, karena sebelumnya pejabat diambil janji dan sumpah. “Siapa yang tidak mampu untuk siap-siap mobil dinas dikembalikan,” lanjutnya.

Diterangkan, 2017 merupakan awal dari implementasi Peraturan Pemerintah No 18 Tahun 2016 tentang Peragkat Daerah yang telah dindaklanjuti dengan Perda No 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah yang menjadikan terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru. Dan pada tanggal 30 Desember 2016 lalu telah dilakukan pelantikan dan pengukuhan pejabatnya dengan maksud dapat diberlakukannya Perda no 18 tahun 2016 tersebut.

“Kita lihat apakah birokrasi kita yang sedang disusun dan peta jalannya ini bisa menjadi peta birokrasi yang praktis, ramping, miskin struktur kaya kerja, capaian kinerjanya bagus dan betul-betul bisa menjadi pelayan masyarakat yang baik,” ujar Bupati.

Dikatakan bahwa para Kepala OPD yang baru dan pejabat yang kemarin baru dilantik adalah bersifat adhoc atau sementara semua. Nantinya para pejabat ini harus melalui uji kompetensi.

“Nanti kita akan mempunyai stok ASN yang mempunyai kompetensi dan keahlian berdasarkan uji kompetensi yang dilakukan oleh pihak yang berwenang. Dengan demikian kita akan mempunyai struktur organisasi kerja yang akan menjawab dinamika pembangunan dan tantangan masyarakat,” jelas Asip.

“Saat ini sudah tidak saatnya lagi kita santai dan malas belajar serta tidak meningkatkan kemampuan pribadi seiring dengan dinamika pembangunan masyarakat. Kita akan tinggalkan birokrasi konvensional yang bekerja dengan memberikan laporan yang ABS (Asal Bupati Senang) serta daya serap APBD yang rendah.” (*)

Penulis: Triyono & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY