Jumlah Kecelakaan Turun tapi Korban Tewas Meningkat Selama 2016

0
251

Data Laka Lantas 2015 Dibanding 2016KOTA PEKALONGAN – Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi selama tahun 2016 di Kota Pekalongan, jumlahnya menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Hanya saja, meski dari segi jumlah kejadian menunjukkan penurunan, jumlah korban jiwa akibat laka lantas menunjukkan peningkatan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kasatlantas AKP Sugiyanto menuturkan, berdasar analisa dan evaluasi data laka lantas selama tahun 2016 dibanding 2016, pada tahun 2015 jumlah lakalantas di Kota Pekalongan ada 153 kejadian.

Sementara, selama tahun 2016, tercatat ada 121 kejadian laka lantas. “Artinya, jumlah laka lantas pada 2016 terjadi penurunan sekitar 32 persen jika dibandingan tahun sebelumnya,” ungkap Sugiyanto, kemarin.

Namun beda halnya jika dilihat dari sisi jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas.

Jumlah korban tewas akibat laka lantas di tahun 2016 meningkat 10 persen jika dibandingkan tahun 2015. “Selama tahun 2015 jumlah korban meninggal dunia ada 28 jiwa. Sedangkan di tahun 2016 korban meninggal tercatat mencapai 38 jiwa,” bebernya.

Dia menambahkan, selama tahun 2015, korban luka berat ada satu orang, sedangkan 2016 nihil. Sementara, untuk korban luka ringan, selama 2015 ada 156 orang, sedangkan pada 2016 angkanya turun menjadi 114 orang. “Sedangkan total kerugian material, di tahun 2016 tercatat Rp12.875.000, atau lebih kecil dari tahun 2015 yang mencapai Rp14.875.000,” urainya.

Dominasi Sepeda Motor

Kasatlantas menambahkan, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kendaraan bermotor yang terlibat laka lantas selama 2016 masih didominasi oleh sepeda motor. Dari total 231 kendaraan yang terlibat laka lantas, untuk kendaraan jenis sepeda motor jumlahnya mencapai 163 unit. Disusul berikutnya kendaraan bermotor jenis mobil beban sebanyak 36 unit, mobil penumpang 18 unit, kendaraan tidak bermotor 9 unit, bus 3 unit, dan kendaraan khusus 2 unit.

Sugiyanto mengungkapkan, sebagian besar dari kejadian laka lantas itu disebabkan oleh faktor kelalaian atau faktor manusia. “Penyebabnya terbanyak karena faktor manusia, angkanya mencapai 121 kasus,” katanya.

Sedangkan jika dilihat dari sisi usia, terbanyak usia pelaku maupun korban yang terlibat laka lantas dari golongan usia 41 tahun ke atas, jumlahnya mencapai 39 kasus. Disusul kemudian usia 21 sampai 30 tahun (29 kasus), 16 sampai 20 tahun (24 kasus), usia 31 sampai 40 tahun (22 kasus), dan usia 6 sampai 15 tahun (5 kasus). “Itu artinya, korban laka lantas yang berusia produktif maupun usia pelajar/mahasiswa masih cukup tinggi. Ini patut menjadi perhatian kita bersama,” terangnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, berbagai upaya, baik itu secara preemtif, preventif, maupun represif (penegakan hukum) telah dilakukan untuk menekan angka laka lantas, mencegah terjadinya laka lantas, dan meminimalkan korban laka lantas, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Upaya ataupun langkah yang dilakukan, antara lain menggencarkan sosialisasi tertib dan disiplin berlalu lintas ke semua kalangan, utamanya ke kalangan pelajar di berbagai kesempatan dan sekolah-sekolah.

Langkah preventif juga terus dilakukan, dengan melakukan pengaturan, penjagaan, dan pengawalan lalu lintas agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). “Masyarakat diimbau untuk senantiasa mematuhi aturan tertib dan disiplin berlalu lintas. Utamakan keselamatan, keselamatan nomor satu. Berkendaralah yang aman. Jangan melakukan pelanggaran sekecil apapun. Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas, dan budayakan keselamatan sebagai kebutuhan,” imbaunya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY