Kesehatan

Biopsi, Prosedur Medis yang Banyak Digunakan Untuk Mendeteksi Sel Kanker dan Kondisi Nggak Normal Di Jaringan Tubuh Lainnya

www.interactive-biology.com
www.interactive-biology.com

Kalau dokter mencurigai adanya hal-hal yang mengarah pada kondisi abnormal, seperti kanker misalnya. Pasien akan dianjurkan melakukan prosedur biopsi untuk mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi dalam jaringan tubuh. Biopsi diawali dengan pengambilan sampel jaringan tubuh kayak kulit, organ dalam sampai jaringan tubuh lainnya. Selanjutnya sampel tadi akan dibawa ke laboratorium dan diteliti menggunakan mikroskop.

Biopsi berguna untuk mengetahui secara spesifik perubahan yang terjadi pada tubuh. Melalui prosedur ini, dokter bisa melakukan diagnosis secara pasti dan menentukan pengobatan yang tepat untuk pasiennya.

1. Kondisi Medis yang Bisa Diperiksa Melalui Biopsi

www.telegraph.co.uk
www.telegraph.co.uk

Kondisi tidak normal yang bisa diketahui melalui biopsi diantaranya benjolan payudara untuk memastikan benjolan itu termasuk kanker atau tidak. Selain itu perubahan bentuk tahi lalat, infeksi pada kelenjar getah bening sampai peradangan ginjal dan hati. Nggak cuma beberapa kondisi medis tadi, biopsi juga bisa digunakan untuk mengetahui tingkat keparahan penyakit yang sudah terdeteksi, misalnya tingkat keganasan kanker.

2. Jenis Biopsi

www.medicaldaily.com
www.medicaldaily.com

Prosedur biopsi sendiri terdiri dari beberapa macam yang disesuaikan dengan lokasi jaringan yang akan diambil serta tipe jaringannya. Makanya sebelum menjalani biopsi, pasien harus melakukan CT Scan atay MRI untuk mengetahui jenis biopsi yang tepat dan lokasi sesuai dengan lokasi dan tipe jaringan.

3. Biopsi Jarum

www.myvmc.com
www.myvmc.com

Biopsi jarum sering dipakai untuk memeriksa jaringan tubuh yang dicurigai nggak normal. Kalau sampel jaringan yang akan diambil berada di bawah permukaan kulit, jenis biopsi jarum yang akan digunakan adalah biopsi aspirasi jarum halus (FNA). Sedangkan kalau sampel yang diambil cukup besar, dokter akan menggunakan teknik biopsi jarum inti (CNB). Untuk membantu prosedur ini, CT scan dan Ultrasound akan dipakai untuk mengarahkan jarum ke lokasi yang tepat.

Biopsi aspirasi jarum halus (FNA) rasanya mirip cubitan kecil yang terasa di lokasi biopsi. Tapi kalau biopsi jarum inti, biasanya dokter akan memberikan bius lokal sebelum mengambil sampel jaringan yang cukup besar.

4. Biopsi Punch

www.webmd.com
www.webmd.com

Biopsi ini berupa alat bedah khusus yang digunakan untuk membuat sayatan kecil di kulit dan mengambil sampel lapisan atas jaringan kulit. Sebelum prosedur dilakukan, dokter akan memberikan obat bius lokal untuk membuat area tersebut mati rasa. Setelah proses pembedahan selesai, sayatan akan ditutup dengan jahitan. Prosedur ini sering dipakai untuk mendeteksi berbagai jenis masalah kulit.

5. Biopsi Eksisional dan Endoskopik

www.tumblr.com
www.tumblr.com

Biopsi eksisional adalah teknik yang digunakan untuk menghilangkan jaringan yang luas seperti benjolan. Rasa sakit bisa diatasi dengan obat bius. Tapi jenis obat bius yang dipakai disesuaikan oleh lokasi jaringan berada. Sementara kalau biopsi endoskopik, dokter akan memasukkan selang tipis fleksibel yang dilengkapi lampu dan kamera ke dalam tubuh. Alat ini juga dilengkapi dengan alat pemotong di ujung selang untuk memudahkan dokter mengambil sampel jaringan. Umumnya selang bisa dimasukkan melalui organ pencernaan bagian atas atau anus. Lokasinya akan disesuaikan dengan area yang akan diperiksa.

6. Biopsi Peripoperatif

nurseslabs.com
nurseslabs.com

Biopsi ini dilakukan selama proses operasi. Biasanya prosedur ini dipakai supaya hasilnya bisa langsung diketahui, terutama ketika dokter masih dalam proses operasi. Ini berguna supaya terapi selanjutnya bisa segera ditentukan dan benjolan nggak normal yang ditemukan selama operasi bisa langsung diangkat.

7. Biopsi Juga Punya Risiko Pendarahan atau Infeksi yang Bisa Terjadi Selama Prosedur Dilakukan

 metro.co.uk
metro.co.uk

Pasien yang akan menjalani prosedur ini disarankan untuk selalu memberitahu dokter tentang obat-obatan yang lagi dikonsumsi. Apalagi yang berpotensi memicu pendarahan kayak warfarin, aspirin dan anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), serta obat herbal dan suplemen. Kalau prosedur sudah sekesai, pasien biasanya sudah diijinkan pulang.

Tapi kalau biopsi dengan mengambil sampel organ dalam yang perlu anestesi umum, pasien harus menginap di rumah sakit selama semalam untuk memulihkan kondisi tubuh dari anestesi.

Hasil biopsi bisa diketahui setelah beberapa hari, ada juga diantaranya yang sudah bisa langsung diketahui setelah prosedur dilakukan. Biasanya hasil yang sudah bisa langsung diketahui tadi diagnosanya cuma bersifat sementara, hasil akhirnya dilihat setelah dilakukan penelitian selama beberapa hari. (Dira Elita)