SMP 11 Pekalongan Terapkan Program sukses UN

0
117
SMPN 11 Pekalongan
MAIN – Siswa SMPN 11 bermain sepak bola saat jam olah raga. Mereka terlihat antusias dan kompak dalam bermain.
MALEKHA / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Ujian Nasional (UN) memang tidak lagi menjadi penentu dalam memutuskan siswa itu layak lulus atau tidak, tapi UN masih tetap menjadi indikator kualitas bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Dengan kenyataan ini maka UN tetap tidak bisa dipandang sebelah mata.

Demikian disampaikan Kepala SMP 11 Pekalongan Dra Rr Arti Rohjatmi, kepada www.radarpekalongan.com saat ditemui di ruang kerjannya, Rabu (11/1).

Melihat dari kenyataan itu, SMP 11 Pekalongan sendiri mempunyai program khusus untuk menghadapi UN. program ini tidak hanya ditujukan untuk siswanya saja, namun juga guru-guru pengampu.

“Kami mempunyai program sendiri untuk menghadapai UN ini, namanya program sukses UN, program ini tidak hanya ditujukan untuk siswa saja melainkan juga guru-guru kelas 9,” tuturnya.

Program yang pertama dan utama yang harus dijalani dalam menghadapi UN ini adalah sosialisasi. Dia menambahkan sosialisasi ini ditujukkan untuk orang tua siswa agar mereka faham bahwa putra dan putrinya akan melakukan UN.

“Kami membutuhkan kerjasama orang tua dalam menyiapkan para siswa untuk menghadapi UN, karena banyak sekali orang tua yang mereka hanya menyerahkan putra-putrinya sepenuhnya kepada pihak sekolah, tanpa mereka mau ikut terlibat didalamnya, makanya sejak sekarang saya himbau mereka, bahwa mereka mempunyai peran penting dalam kesuksesan putra-putrinya,” ungkap bu Arti.

Program yang kedua adalah peningkatan kompetensi guru, ini juga menjadi salah satu penentu kesuksesan siswa dalam menghadpi UN, karena dari para guru pengampulah mereka belajar tentang pelajaran UN, apalagi tahun ini menjadi tahun yang materinya beririsan antara kurikulum 2013 dan KTS 2006.

“Tidak hanya persiapan para siswa saja yang kami fikirkan, namun guru-guru pengampu pun senantiasa kami tingkatkan kompetensinya misalnya ikut bedah kisi-kisi dan lain sebagainya,” ungkap perempuan yang hobi main tenis lapangan ini.

Program yang ketiga adalah jam tambahan belajar, persiapan para siswa dalam menghadapi UN ini pihaknya pupuk kepercayaan diri mereka dengan memberikan jam tambahan pelajaran.

“Jam tambahan pelajaran ini sudah kami laksanakan sejak awal semester, kami mencoba memaksimalkan semua kesempatan untuk bisa membuat anak-anak itu percaya diri dalam menghadapi UN,” ujarnya.

Selain itu, tidak hanya usaha-usaha yang bersifat duniawi saja yang difikirkan. Dia menambahkan bahwa usaha ilahiyah juga akan tetap pihaknya jalani, meskipun para siswa sudah usaha sendiri di rumah, namun pihaknya memprogramkan akan menyelenggarakan doa bersama untuk kelulusan kelas 9 ini.

“Kami mempunyai program untuk doa bersama, meskipun anak-anak saya yakin sudah doa sendiri di rumah, tapi kami tetap akan memprogramkan kegiatan doa bersama ini,” ujarnya. (ap4)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY