Bisnis

Overproduksi, Ekspor Semen Melonjak

SURABAYA – Produksi semen yang kelebihan pasokan tahun lalu membuat produsen semen domestik menggenjot ekspor. Pada periode Januari–November 2016, total ekspor meningkat 53,4 persen jika dibandingkan dengan sebelas bulan pada 2015.

Ketua Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso menyatakan, ekspor bertujuan menyeimbangkan utilisasi pabrik. Karena kelebihan pasokan, harga semen domestik turun 7,3 persen. ”Konsumsi dalam negeri tumbuh tipis,” katanya.

Total ekspor semen pada Januari–November 2015 mencapai 975.783 ton. Sementara itu, dalam periode yang sama pada 2016, total ekspor mencapai 1.495.272 ton. Dari angka tersebut, total ekspor bahan baku semen (klinker) mencapai 1.014.960 ton dan ekspor semen jadi 480.312 ton.

Terdapat sejumlah negara pasar ekspor semen Indonesia. Di antaranya, Bangladesh, Filipina, Sri Lanka, Timor Leste, Maladewa, Australia, serta beberapa negara di Afrika.

Sekretaris PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Agung Wiharto menjelaskan, ekspor tidak menjadi fokus utama produsen semen di Indonesia. Namun, karena produksi di dalam negeri berlebihan, ekspor bakal dilakukan. ”Nilai penjualan ekspor kami masih sangat minim, yaitu sekitar 1 persen dari total penjualan,” ungkapnya.

Total ekspor SMGR periode Januari–November 2016 mencapai 550.834 ton. Angka itu hanya tumbuh 22,6 persen jika dibandingkan dengan ekspor perseroan dalam periode yang sama pada 2015 yang mencapai 449.217 ton.

Tahun ini, SMGR menargetkan ekspor semen meningkat hingga 1 juta ton. Proyeksi kenaikan ekspor dipicu tambahan kapasitas produksi semen 6 juta ton dari pabrik di Rembang dan Indarung. ”Selama ini, kami mengekspor semen ke negara-negara yang produksi semennya masih rendah. Misalnya, Timor Leste yang tidak punya pabrik semen. Tahun ini, ada peluang ekspor ke Australia,” imbuh Agung.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono memprediksi konsumsi semen domestik tahun ini naik hingga 84,96 juta ton. Kenaikan tersebut dipicu gencarnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah.

“Proyek pemerintah membutuhkan banyak pasokan semen dan akan naik setiap tahun,” tuturnya. Selain itu, maraknya pembangunan perumahan dan properti meningkatkan permintaan semen. Sebesar 80 persen konsumsi semen ditopang konsumen ritel. (vir/c18/noe)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Suzuki Yulina September 2017
Web - Honda_Efa September 2017