Female Kesehatan

5 Faktor ini yang Bikin Darah Haid Keluarnya Sedikit

www.wisegeek.org
www.wisegeek.org

Setiap perempuan punya siklus haid yang berbeda-beda dan nggak sama. Ada sebagian perempuan yang darah haidnya banyak, sedang atau bahkan sedikit. Sebagian perempuan kemungkinan pernah mengalami haid yang darahnya sedikit dan terjadi dalam waktu singkat. Kalau dalam istilah medis, kondisi ini namanya Hypomenorrhea.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi jumlah darah haid, misalnya faktor keturunan, gaya hidup, hormon yang nggak seimbang. Tanda kehamilan dan masalah kehamilan sampai kondisi kesehatan.

1. Kondisi Genetik dan Faktor Usia Bisa Berpengaruh Sama Volume Darah Haid

www.wisegeekhealth.com
www.wisegeekhealth.com

Kalau kamu sering mengalami mentruasi sedikit, coba tanya sama ibu atau saudara perempuanmu. Soalnya ada kemungkinan hypomenorrhea disebabkan sama faktor keturunan. Selain itu hypomenorrhea juga bisa terjadi sama perempuan yang baru mengalami haid atau pada awal pubertas, sampai perempuan yang akan menginjak usia menopause. Penyebabnya karena pada usia tersebut, waktu terjadinya ovulasi tidak teratur. Dan juga perkembangan lapisan endometrial (dinding dalam rahim) juga sedang mengalami gangguan.

2. Gaya Hidup dan Penggunaan Alat Kontrasepsi

www.askus.salford.ac.uk
www.askus.salford.ac.uk

Kondisi stress dan berat badan yang nggak stabil, misalnya mengalami penurunan dan kenaikan secara drastis juga bisa membuat darah yang keluar sedikit. Selain itu olahraga berlebihan juga bisa membuat hormon jadi nggak seimbang. Penggunaan alat kontrasepsi, terutama pil KB juga bisa membuat darah haid lebih sedikit dan jangka waktunya lebih singkat. Hal ini termasuk masih wajar, apalagi kalau baru pertama kali minum pil KB

3. Sedang Menjalani Program Hamil

adviceandaid.com
adviceandaid.com

Kalau pasangan suami istri sedang menjalani program kehamilan, ada kemungkinan darah haid yang sedikit ini jadi tanda kehamilan. Makanya segera tes kehamilan atau kunjungi dokter untuk mengetahui kepastiannya. Tapi kondisi ini juga bisa bahaya buat ibu hamil, soalnya darah yang keluar dalam jumlah sedikit juga jadi tanda awal keguguran.

4. Gangguan Tiroid

healthyintuitions.blogspot.com
healthyintuitions.blogspot.com

Kelenjar tiroid berfungsi untuk menghasilkan hormon yang berguna untuk menjaga metabolisme tubuh. Kalau terjadi gangguan pada produksi hormon tiroid, bisa mempengaruhi siklus haid perempuan. Terutama kalau lagi mengidap hipertiroid, atau peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Kondisi ini bisa membuat darah haid yang keluar lebih sedikit. Selain itu ada juga kondisi hipotiroid atau hormon tiroid dalam darah menurun. Hipotiroid bisa menyebabkan siklus haid jadi nggak teratur.

5. PCOS dan Asherman’s Syndrome

medwitness.doereport.com
medwitness.doereport.com

PCOS atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi ketika ovarium banyak ditumbuhi kista berukuran kecil. Biasanya penderitanya bisa mengalami haid sedikit karena proses ovulasinya mengalami gangguan. Sedangkan Asherman’s syndrome membuat dinding bagian dalam rahim atau endometrium jadi meradang. Akibatnya terjadi pengurangan volume rongga rahim yang bikin volume darah haid sedikit. Gangguan  ginekologis ini dapat ditandai pula dengan munculnya gejala kram dan nyeri perut.

Kalau hypomenorrhea yang disebabkan karena pubertas, menopause sampai kehamilan, nggak perlu penanganan khusus. Tapi kalau disebabkan akibat hal lain, disarankan untuk mengatasi sesuai dengan penyebabnya. Kalau penyebabnya akibat gaya hidup, dianjurkan untuk olahraga teratur, hindari stress dan mengatur asupan makanan dengan bijak.

Sementara kalau hypomenorrhea akibat alat kontrasepsi, konsultasi dengan dokter untuk mengganti alat yang cocok dengan kondisi tubuh serta efek sampingnya. Kondisi penyakit kayak PCOS, gangguan tiroid dan asherman’s syndrome juga perlu penanganan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. (Dira Elita)




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017