Perpaduan Antara Public Relation dan Desain Grafis

0
274
M Ahya Khoirun Anis S, Public Relation Hotel Pesonna Pegadaian Pekalongan
M Ahya Khoirun Anis S, Public Relation Hotel Pesonna Pegadaian Pekalongan

KOTA – Salah satu tugas Public Relation (PR) perhotelan adalah memperkenalkan produk hotel kepada masyarakat, baik melalui media ataupun secara lisan. Melalui media harus ada kerjasama dengan desain grafis sehingga maksud dan tujuan dapat tersampaikan melalui foto atau gambar, namun tidak mudah untuk menyamakan presepsi.

Jika seorang PR mampu menguasai pengetahuan tentang desain grafis, itu merupakan perpaduan yang sangat cocok jadi tidak perlu bersusah payah untuk menyatukan presepsi dengan orang lain tentang apa yang diinginkan.

Itu pula yang sangat disyukuri M Ahya Khoirun Anis S yang saat ini menjabat Public Relation Hotel Pesonna Pegadaian Pekalongan. Pria 38 tahun ini sangat mahir dengan yang namanya desain grafis sehingga untuk mempromosikan hotel secara visualisasi ia tidak perlu meminta kepada orang lain.

“Menyatukan presepsi melalui gambar itu tidak mudah, belum tentu hasilnya sama dengan yang kita inginkan. Maka dari itu saya sangat bersyukur mampu menguasasi desain grafis sehingga pesan yang ingin saya sampaikan secara visual dapat saya sesuaikan dengan apa yang ada dalam pikiran saya. Bagi saya PR yang dapat menguasai desasin grafis merupakan perpaduan yang pas kalau orang jawa bilang Tumbu Nemu Tutup,” ungkap Bapak dengan tiga anak ini.

Bergelut dengan desain grafis membutuhkan konsentrasi tinggi seringkali membuat Anis sapaan akrabnya harus menyendiri agar hasilnya yang dikerjakannya memuaskan, hal itu terkadang membuat jenuh namun dengan profesinya sebagai PR itulah ia mampu mengurangi ketegangan karena bekerja.

“Kalau ngerjakan desain grafis tidak bisa diganggu, kadang jenuh namun tugas saya sebagai PR membuat refesh karena ketemu dengan banyak orang yang terkadang membawa inspirasi baru,” tambahnya.

Selain kemampuan berkomunikasi, pengetahuan terkait budaya masyarakat setempat juga harus dikuasasi agar branding yang dilakukan tepat sasaran. Pria yang berprofesi sebagai fotografer ini juga menambahkan bahwa pengetahuan tentang PR ia pelajari secara otodidak dari beberapa pengalaman kerja ditempat sebelumnya.

“Pengalaman di tempat kerja sebelumnya menjadi guru yang luar biasa, dan ditempat yang baru menjadi sekolah untuk terus memperbaiki diri,” pungkas pria yang pernah belajar di Canon School Jakarta. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY