Tidak Pernah Berhenti Belajar

0
99
Chef Susilo Pramoko
MEMASAK – Chef Susilo Pramoko saat sedang memasak di hotel.
DOKUMEN

KOTA – Berkecimpung di dunia kuliner sejak tahun 1985 tidak membuat Susilo Pramoko untuk berhenti belajar.

Executive Chef di Hotel Pesonna Pegadaian Pekalongan ini menjadikan komentar dari tamu akan masakannya sebagai ilmu baru sehingga akan ada inovasi setiap saat.

“Umur saya sekarang ini sudah 53 tahun, jelas keluarga mengaharapkan saya untuk pensiun. Ini bukan masalah mencari materi. Namun bagi pribadi saya menjadi hobi atau gampangnya saya suka masak. Itulah yang membuat saya sampai saat ini ingin terus memasak. Komentar dari tamu akan masakan yang saya buat itu adalah ilmu baru, proses belajar yang terus menerus saya lakukan karena kalau bicara kuliner tidak ada matinya,” ungkap bapak dengan tiga anak ini.

Selain itu, Susilo sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia berkarir didunia kuliner sudah sangat lama namun mulai menjadi executive chef sudah 15 tahun lamanya, proses mencapai hal tersebut tidak mudah ada sekitar 10 tahapan yang harus dilalui agar dapat meraih gelar executive chef.

“Sangat tidak mudah untuk meraih gelar chef, bahkan dulu saya mulai dari cuci piring. Kalau ada orang yang tiba-tiba menyebut dirinya sebagai chef tanpa melalui proses sesuai dengan standarnya kadang hati ini tidak terima, karena saya merasakan sendiri bagaimana sulitnya,” imbuh pria asal Magelang ini.

Tidak hanya itu saja, selama puluhan tahun tersebut ia juga sudah berpindah-pindah tempat bekerja terutama saat di hotel. Disetiap tempat ia bekerja selalu menciptakan menu baru sekitar 5-10 makanan. Bahkan di Pekalongan ia sudah menciptakan menu baru yakni kambing kronyos yang merupakan pengembangan dari tongseng kambing. Menjadi Chef itu harus disiplin terutama saat menjadi leadership, dimana harus memberikan contoh kepada anak buah.

“Memasak harus penuh dengan disiplin, karena memasak punya tahapan-tahapan yang harus dilakukan agar makanan yang dibuat sempurna. Selain itu memasak harus dengan hati apabila sedang galau mendingan jangan masak karena hasilnya pasti buruk,” pungkasnya. (fik)

Penulis: Akhmad Taufik | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY