Batang

Penyiram Pegawai RSUD Menyerahkan Diri

*Pelaku Merupakan Mantan Tunangan dan kabur ke Bekasi

BATANG – Masih ingat peristiwa penyiraman cairan kimia ke wajah pegawai RSUD Batang? Ya, saat ini pelaku penyiraman sudah berhasil ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolsek Batang. Ternyata, pelakunya adalah mantan tunangan korban itu sendiri, yakni Angga Saputra (22) warga Desa Cempereng Kecamatan Kandeman.

Pelaku mengakui nekat melakukan aksi penyiraman ke wajah mantan tunangannya Nur Asriyah (22) warga Desa Dringo, Kecamatan Wonotunggal karena diketahui sakit hati lantaran telah diputuskan hubungan percintaannya.

“Saya sakit hati dengan ucapan yang dilontarkan dia. Itu untuk pelajaran dia saja dan cairan yang saya siramkan ke muka dia bukanlah air keras, itu hanya cairan pembersih porselen kamar mandi,” terang Angga Saputra usai diantar orang tuanya menyerahkan diri ke Polsek Batang Kota, Rabu (29/3) petang.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, wajah cantik Nur Asriyah sempat melepuh terkena siraman cairan itu. Akibatnya, Nur Asriyah sempat menjalani perawatan di RSUD Kalisari Kabupaten Batang. Nur Asriyah yang diketahui merupakan salah satu pegawai di Apotek RSUD Kabupaten Batang itu pada Sabtu (4/3) petang saat perjalanan pulang ke rumahnya, dengan menggunakan sepeda motor, dibuntuti oleh dua orang pria tak dikenal. Salah seorang pelaku menyiramkan cairan ke wajah korban hingga membuatnya menjerit-jerit kesakitan, akibat wajahnya seperti terbakar. Warga yang mendengar jeritan Nur langsung berdatangan.

“Pelaku sudah menyerahkan diri. Dia sempat melarikan di ke Bekasi. Pelaku sudah mengakui menyiram wajah korban lantaran sakit hati dan dendam setelah pertunanganya dibatalkan,” terang Kapolsek Batang AKP Bambang Sugiyanto didampingi Kanit Reskrim Polsek Batang, Aiptu Faridin SH.

Memang, usai menyiram cairan kimia ke wajah mantan tunanganya, Angga Saputra langsung kabur ke Bekasi. Pemuda itu sempat menggelandang di Bekasi beberapa hari. Saat ini, petugas Polsek Batang Kota masih mendalami motif pelaku dan mengembangkan perkara ini. Polisi juga masih mencari kawan dari Angga Saputra yang diduga ikut terlibat.

“Saya sengaja siram cairan pembersih porselen karena sakit hati dengan ucapan Nur. Saya lakukan itu bersama kawan saya. Saya menyerahkan diri ke polisi, bukan karena takut. Tapi ini merupakan pilihan saya,” tandas Angga Saputra. (ap6)

Penulis: M Dhia Thufail | Radar Pekalongan
Redaktur: Doni Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *