Kota Pekalongan Terancam Macet Parah saat Mudik, Jika Exit Tol sampai Pemalang

0
1792
Wakapolda
JELASKAN – Wakapolda Jateng Brigjen Pol Indrajit sedang menjelaskan kepada wartawan terkait pantauan kesiapan pengamanan arus mudik lebaran 2017, di sela kunjungan kerjanya ke Polres Pekalongan Kota, kemarin (11/4).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Pemangku kepentingan arus lalu lintas dan angkutan jalan di Kota Pekalongan akan menghadapi tugas berat, terancam mengalami kemacetan parah pada saat mudim mudik dan balik lebaran mendatang. Sebab, jika pekerjaan ruas tol Pemalang-Batang sudah bisa difungsikan, dan pintu keluar tol atau exit tol sudah sampai Pemalang, maka kendaraan dari arah Jakarta akan membanjiri Kota Pekalongan.

Hal ini diungkapkan Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Drs Indrajit SH, dalam kunjungan kerjanya ke Polres Pekalongan Kota untuk memantau kesiapan jalur mudik lebaran 2017, belum lama ini.

“Perkiraan kita, kalau nanti keluar di Pemalang, ini akan berat di Kota Pekalongan, karena Kota Pekalongan tidak ada jalur alternatif yang memadai,” ungkap Wakapolda, didampingi Karo Ops Kombes Pol Hariyanto, Dir Sabhara Kombes Pol M Tetra Megayanto, Dir Lantas Kombes Pol Baharudin Mohamad Syah, dan Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi.

Jika keluar di Pemalang, ada wacana pula untuk menerapkan ‘one way’ atau satu jalur full untuk kendaraan dari satu arah. Misal saat arus mudik, maka jalan yang ada hanya digunakan untuk kendaraan dari arah barat. Begitu pula saat arus balik, hanya untuk kendaraan dari arah timur.

“Tidak lagi pakai sistem contra flow. Tetapi semua ini harus disimulasikan dulu. Selama ini kan belum disimulasikan, cuma perkiraan dengan melihat di peta. Harus disimulasikan dulu, kalau one way akan macet tidak,” katanya.

Lain halnya jika ternyata fungsional jalur tol sudah bisa sampai Grinsing (exit tol Grinsing). Maka beban yang dihadapi Kota Pekalongan akan jauh lebih ringan lantaran kendaraan-kendaraan dari arah Jakarta sudah bisa melewati jalur tol Pemalang-Batang. “Kalau keluarnya di Grinsing, maka persiapan lebih ada di Kendal dan Mangkang,” ungkapnya.

BUTUH KEPASTIAN

Maka dari itu, Wakapolda menegaskan, pihaknya butuh adanya kepastian dari pihak kontraktor atau pemborong ruas tol yang bersangkutan, apakah pada saat musim mudik nanti, jalur tol yang bisa dioperasikan sampai Pemalang ataukah Grinsing. Sebab, cara bertindak terkait rekayasa pengamanan maupun arus lalu lintas yang akan diambil akan berbeda.

“Kita minta kepastian dari Waskita dan SMJ selaku kontraktor jalan tol, untuk H-10 bisa selesai atau tidak. Karena kalau keluar di Pemalang, atau keluar di Grinsing, cara bertindak akan berbeda. Kita harus membuat persiapan dari awal tentang cara pengamanannya. Tidak bisa ujug-ujug,” tegasnya.

Indrajit menuturkan, tugas polisi adalah melaksanakan rekayasa arus lalu lintas sebelum terjadi kemacetan. Jika sudah telanjur macet, maka penanganannya akan susah. “Kalau sesudah macet ya percuma, susah. Saya sudah sampaikan ke DPR, seharusnya yang tahu volume kendaraan yang melalui tol itu Jasa Marga. Maka seharusnya Jasa Marga menginfokan ke polisi sehingga polisi tahu langkah-langkah atau upaya yang dilaksanakan, tapi yang sudah–sudah tidak pernah menyampaikan, sehingga terjadi kemacetan,” tuturnya.

Dia menyampaikan bahwa masalah kemacetan, bukan tanggung jawab polisi saja namun tanggung jawab semua aparatur pemerintah. Maka pihaknya berharap tidak ada ego sektoral. Semua kerja sama. “Aparat pemerintah berkewajiban melayani masyarakat, untuk memberikan pelayanan kelancaran arus mudik,” tandasnya.

Berdasar jawaban yang diterimanya dari PT Waskita selaku salah satu kontraktor ruas tol Pemalang-Batang, dikatakan bahwa untuk H-10 lebaran Tahun 2017 jalan tol Pemalang-Batang bisa dilalui. Wakapolda menyatakan pihaknya juga mengecek langsung pelaksanaan pembangunan jalan tol Pemalang-Batang.

“Tetapi untuk Pemalang-Brebes Timur kita belum cek karena pemborongnya beda lagi, dan kita akan kontrol serta minta kepastian juga. Kalau mereka semua menyangupi, jadi tenang kita. Tinggal konsentrasi Karo Ops sebagai pengendali operasi dan Dir Lantas sebagai pelaksana, akan jelas mana yang perlu diamankan dan bagaimana cara bertindaknya,” imbuh Wakapolda.

Siap Fungsional

Sementara itu, perwakilan dari PT Waskita, Zakaria, menerangkan pada H-10 lebaran mendatang ruas Pemalang-Batang sudah bisa fungsional untuk dilalui kendaraan. Dia menyampaikan bahwa proyek tol sejauh 39 km itu rencananya akan operasional full pada 21 Maret 2018. “Sudah terlaksana 357 hari, jadi masih sisa 363 hari,” katanya.

Ruas Pemalang-Batang, imbuh dia, terbagi menjadi dua sesi. Sesi I hingga 6 April lalu sudah mencapai 35 persen, sedang sesi II 17 persen. Rencana saat fungsional nanti sudah 36 persen.

Mengenai exit tol, direncanakan ada di tiga lokasi. Pertama exit tol Gandulan, Pemalang. Saat ini progresnya sudah mulai cor. “Fungsional lebaran, sudah bisa dilewati,” ujarnya. Demikian pula exit tol berikutnya, yakni di Bojong Kabupaten Pekalongan. Rencananya saat musim lebaran mendatang sudah bisa fungsional. Sedangkan exit tol di Batang, rencananya ada di Pasekaran. “Untuk ruas Warungasem-Sokoduwet-Kabupaten Batang, masih ada 100 bidang tanah yang belum dibebaskan,” tambah dia.

Selain itu, telah disiapkan pula dua rest area, yakni di Depok Kabupaten Pemalang dan di Candi Areng Batang. “Rest Area Depok Pemalang kita siapkan lahan 7.400 meter persegi, targetnya sudah bisa fungsional. Kalau yang Candi Areng seluas lima hektare yang bisa menampung 500 kendaraan, belum bisa,” bebernya.

Zakaria menambahkan, telah disiapkan pula jembatan di simpang susun Kabupaten Pemalang, Pekalongan maupun Batang yang sifatnya temporer. “Indeks kekuatan jembatan ini bisa menampung bobot hingga kurang lebih 20 ton,” imbuh dia.

Sedangkan terkait komplain dari warga maupun pemda yang jalannya mengalami kerusakan karena dilalui kendaraan-kendaraan berat untuk proyek tol, pihaknya berjanji akan ada perbaikan seperti sedia kala. “Beberapa perbaikan sudah kita lakukan. Jika proyek tol sudah selesai, jalan yang rusak akan diperbaiki hingga seperti sedia kala,” ungkapnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY