Batang News Politik

Tak Hanya Sukses, Pilkada Batang Dinilai Serba Unik

FGD
PAPARAN – Akademisi Unikal, Suharto, ikut mengapresiasi kinerja penyelenggara pilkada sehingga pesta demokrasi itu berlangsung aman dan partisipasi pemilih yang tinggi.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Pelaksanaan Pilkada Batang Tahun 2017 dinilai tak hanya sukses dibandingkan gelaran pesta demokrasi yang sama yang digelar secara serentak di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Lebih dari itu, hajat politik lima tahunan itu juga menyisakan sejumlah cerita unik.

Kesuksesan penyelenggaraan pilkada itu bisa dilihat dari banyak aspek, terutama terkait partisipasi politik warga dan kondusivitas pelaksanaannya. Untuk tingkat partisipasi, mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), angka resminya sebesar 74,26%. Tetapi jika dihitung berdasarkan angka riil dengan asumsi dikurangi C6 yang ditarik karena ketidakhadiran pemilih di TPS, maka partisipasi pilkada Batang menembus angka 83,24%.

“Dengan tingkat partisipasi 74,26% saja, Kabupaten Batang tercatat sebagai tertinggi kedua setelah Salatiga,” kata Ketua KPU Batang, Adi Pranoto SE saat kegiatan evaluasi eksternal penyelenggaraan Pilkada Batang 2017, baru-baru ini.

Tingkat partisipasi ini terbilang mengejutkan, oleh sebab, banyak pihak yang sebelumnya memprediksi tingginya apatisme masyarakat pemilih pada pilkada tahun ini. Kedua, tidak sedikit juga yang mengkhawatirkan dinamika pilkada yang adem ayem sejak awal itu akan berakhir ‘medeni’.

“Tetapi Alhamdulillah, pelaksanaannya sangat aman dan kondusif, sampai hari ini tidak muncul ekses negatif apapun terkait dinamika politik yang ada. Ini pilkada paling aman se Indonesia,” ucap akademisi Universitas Pekalongan, A Suharto SH MH, disambut tepuk tangan peserta.

Plt Bupati Batang, Drs H Nasikhin MH, pun mengapresiasi mendalam terhadap suksesnya penyelenggaraan pilkada 2017. Dalam amatannya, pelaksanaan pilkada Batang terbilang unik. Pertama, hasil perolehan suara keempat paslon ternyata sama dengan nomor urut. Kedua, meski diikuti empat kontestan, tetapi pemenangnya mampu meraup suara hingga 56% lebih.

“Pilkada adem ayem tak masalah, asal masyarakat tahu dan terbukti tingkat kehadiran warga di TPS cukup tinggi,” tukasnya.

Meski masih ada kekurangan, lanjut Nasikhin, secara umum penyelenggaraan pilkada 2017 dianggap sukses. Bahkan, meski terkendala regulasi yang sempat berubah-ubah, nyatanya tahapan tetap berjalan baik. Dilihat dari kapasitas administrasi negara, maka tingkat kelembagaan, kemampuan struktural, dan kemampuan bina lingkungan KPU juga relatif bagus.

“Pun terkait tata kelolanya, terbukti anggaran Rp 25 miliar yang diterima KPU juga berhasil direalisasikan secara akuntabel, transparan, dan partisipatif,” ujarnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *