Elf Disruduk Kereta Api, Enam Penumpang Tewas

0
822
Elf Disruduk KA, Enam Penumpang Tewas
DITABRAK – Kejadian nahas itu terjadi saat minibus yang membawa rombongan hajatan melintas di perlintasan sebidang dari arah Kroya, Cilacap, menuju Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Saat sebagian mobil telah melintasi rel, tiba-tiba dari arah timur datang KA 79 Lodaya Pagi jurusan Solo-Bandung sehingga menabrak bagian belakang minibus.
ANTARA/METROTV

KROYA-Kecelakaan kereta api kembali mengiris duka. Pasalnya enam orang tewas setelah sebuah minibus elf bernopol R 1724 EA tertabrak kerata api Lodaya Pagi sekira pukul 11.15 diperlintasan tanpa palang pintu Sigong Desa Pucung Lor Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Selasa (18/4).

Korban meninggal masing-masing Tohari (26) warga Desa Purwodadi RT 1 RW 2 Kecamatan Nusawungu. Hadi Prayitno (55) warga Desa Nusawangkal RT 1 RW 4 Kecamatan Nusawungu, Wasiyah (40) warga Desa Nusawungu. Vivi (7) warga Purwodadi Rt 2 Rw 2. Darto (70) warga Desa Purwodadi RT 2 RW 2 dan korban meninggal ke enam seorang balita bernama Sava (5) warga Desa Purwodadi RT 2 RW 2 Kecamatan Nusawungu.

Elf Disruduk KA, Enam Penumpang Tewas-grafis korbanBaik korban meninggal maupun luka kemudian di evakuasi ke Rumah Sakit Aghisna Kroya. Korban meninggal rata-rata mengalami luka parah di bagian kepala karena duduk dibelakang persis sisi kanan belakang yang terhantam loko.

Sekira pukul 14.00 korban yang meninggal dunia dibawa pulang dari rumah sakit oleh keluarganya untuk dimakamkan. Sedangkan korban selamat atas nama Martono (60) warga Purwodadi yang mengalami patah di kaki sebelah kanan dan Rasem (67) warga Pesawahan Binangun tangan kakaknya masih menjalani perawatan di RSU Aghisns Media Kroya.

Untuk penumpang yang selamat dan hanya luka ringan sudah diperbolehkan pulang. Sementara itu Sunaryo (44) sopir minibus yang selamat bersama 7 penumpang lainnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kroya. Kemungkinan yang bersangkutan akan di bawa ke Mapolres Cilacap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kronologis kejadian sebuah rombongan dari beberapa perwakilan keluarga dari Desa Purwodadi Kecamatan Nusawungu yang akan kondangan pernikahan saudaranya di Banjarnegara menggunakan sebuah minibus dari agen travel Kanthong Bejo Trans dikemudian oleh Sunaryo salah seorang anggota keluarga.

Sekira pukul 11.00 kendaraan berangkat dari rumah, naas saat melintas diperlintasan “maut” Dusun Sigong sekira pukul 11.15 sang sopir Sunaryo yang datang dari arah selatan tidak melihat jika ada kereta yang akan melintas.

Karena “palang pintu” manual tidak tertutup sehingga dia tidak menduga jika ada kereta yang datang dari arah timur dan langsung menghantam kendaraan yang dikemudikan.Hantaman keras dibagian belakang kendaraan membuat kendaraan sempat tercecer hingga belasan meter dan penumpang yang berada di bagian belakng ikut terlempar.

Seorang saksi mata Kusnandar (40) seorang pengendara motor yang berada diseberang rel sebelah utara mengaku melihat langsung saat kedua jenis moda tranportasi tersebut berbenturan. Benturan antara kereta dan minibus membuatnya sempat tertegun beberap saat.

“Suaranya sangat keras dan saya melihat penumpang yang ada didalam mobil terlepar keluar kendaraan,”kata dia.

Dia yang saat itu datang dari arah utara mengaku melihat kendaraan melintas pelan dari selatan dan tiba-tiba dari arah timur muncul kereta hingga terjadi benturan. Setelah kereta lewat dia memarkir sepeda motornya bersama satu pengendara seorang ibu yang langsung mendatangi korban yang berjatuhan.

Bahkan dia mengaku melihat salah seorang penumpang terpental keatas dan terjatuh tak jauh dari tempatnya berhenti. Hingga membuatnya tertegun dan seperti tidak bisa berbuat apa-apa, sebelum akhirnya mencoba menolong yang selamat dulu.

“Dari dalam mobil penumpang yang selamat termasuk sopir langsung keluar ikut mendatangi korban yang tergeletak. Saya kemudian minta tolog kepada warga,”kata dia.

Lantas warga sekitar yang mendengar benturan seperti sudah hafal jika itu suara kereta yang membentur sesuatu. Dan benar saja saat warga berdatangan ke arah suara terlihat tubuh-tumbuh yang bersimbah darah tergeletak.

“Kami sendiri tidak tahu persis hanya saja saat diberi tahu ada mobil tertabrak kereta langsung datang ke sini,”kata Kepala Desa Pucing Lor Adiran.

Dia pun menjelaskan jika perlintasan manual memang dibuat secara swadaya oleh warga untuk pertanda untuk kehati-hatian pengendara yang melintas. Karena itu petugasnya pun digilir dari warga sekitar yang mau membantu.

“Sifatnya hanya membantu sehingga semua kembali ke pengendara yang melintas. Dan saat itu memang yang sedang berjaga Pak Kamsi,”bebernya.

Namun dia mengaku belum mengerti sebab kereta yang melintas pada saat kecelakaan pukul 11.15 itu kereta Lodaya Pagi. Padahal kalau dijadwal kereta Lodaya pagi melintas di perlintasan Sigong pukul 10.15. Karena itulah ini berharap ada penjelasan.

“Kami tidak ingin petugas yang jaga saat itu tidak menjadi pihak yang disalahkan. Sebab tugasnya hanya membantu pengamanan perlintasan,”kata dia.

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK yang mempimpin langsung olah kejadian perkara di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kepadawww.radarpekalongan.commas menyatakan saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kereta api yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia.

“Kalau penyebab meninggalnya penumpang dugaan kami akibat benturan yang sangat keras antara kereta dan mini bus,”kata dia.

Namun untuk memperjelasnya nanti akan dilakukan identifikasi oleh petugas dari bagian laka. Karena lokasiny memang bukan perlintasan yang berpalang pintu maka ini harus menjadi perhatian pengendara agar saat melintas diperlintasan kereta api, baik yang ada palang pintunya atau pun tidak untuk lebih waspada.

Sedangkan menurut Kholil (55) warga Sigong mengaku sebenarnya sudah lama tidak ada kecelakaan kereta sejak ada penjaga swakarsa yang dibuat oleh Desa Pucung Lor. Dan kecelakaan sekarang ini membuat warga teringat kembali kecelakaan-kecelakaan yang merenggut nyawa pada jaman-jaman sebelumnya.

“Kalau dulu memaang sering terjadi kecelakaan karena itu banyak yang menjuluki jikaperlintasan Sigong menjadi perlintasan muat. namun setelah di jaga jarang terjadi dan baru kali ini terjadi lagi,”kata dia.(yan)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY