354.680 Warga Bergantung Sektor IKM Batik

0
93
Sektor IKM Batik
LAUNCHING – Pemkab Pekalongan melaunching Desa Wisata Batik Gemah Sumilir di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/4).
MUHAMMAD HADIYAN

KAJEN – Sedikitnya 354.680 warga Kabupaten Pekalongan bergantung pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) batik. Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi melalui Asisten Pemerintahan Dan Kesra Sekda, Ali Riza dalam sambutan pada acara Launching Desa Wisata Batik Gemah Sumilir, di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/4). Desa Wisata Batik Gemah Sumilir didukung dana corporate social responsibility (CSR) Bank Central Asia (BCA) dalam bentuk bantuan infrastruktur dan pelatihan.

Ali Riza menyebutkan, jumlah IKM batik di Kota Santri sebanyak 12.475 dan menyerap 88.670 tenaga kerja. Oleh karena itu, pihaknya mewakili Pemkab Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada BCA yang telah memilih Kota Santri dalam penyaluran CSR untuk mengembangkan Desa Wisata Batik.

“Banyaknya warga Kabupaten Pekalongan yang bergantung pada sektor IKM Batik, BCA tidak salah jika memilih Kabupaten Pekalongan. Sukses untuk Gemah Sumilir,” tutur Ali Riza.

Komisaris BCA, Cyrillus Harinowo dalam sambutannya menunjukkan batik yang dipesan pihak BCA pada rekan-rekan Gemah Sumilir pada tahun 2014 lalu dan memakan waktu 2 tahun, mulai dari desain hingga pengiriman. Batik menjadi seragam karyawan BCA dari Banda Aceh hingga Jaya Pura untuk 35.000 karyawan seluruh Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan Gemah Sumilir untuk bisa merealisasikan seragam ini dan kami memakainya dengan bangga,” ungkap Cyrillus.

Gemah Sumilir mendapatkan bantuan dana CSR dari BCA serta pelatihan untuk pengembangan Desa Wisata. Desa lainnya yang juga dibantu dana CSR BCA yakni Desa Wisata Goa Pindul, di Gunung Kidul. Saat ini,  Karang Taruna yang dibantu memperoleh pendapatan sekitar Rp 600 juta per bulan dan saat ini ada 10 operator di Goa Pindul, dengan pendapatan mencapai Rp 4 miliar per bulan. Desa Wayang, yakni Desa Wukirsari di Imogiri dan Desa Pentingsari, di lereng gunung Merapi. “Kami juga sedang mengembangkan Desa Wisata di Belitung dan Banyuwangi,” imbuh Cyrillus.
Cyrillus berharap pengembangan IKM batik di Kabupaten Pekalongan bisa dikombinasikan dengan desa wisata. “Terlebih dengan adanya jalan tol yang akan melintasi wilayah Kabupaten Pekalongan nantinya, akan menarik minat banyak orang untuk berkunjung ke Kabupaten Pekalongan untuk berwisata di desa wisata dan berbelanja batik,” ujar Cyrillus.
Pihak Koperasi Serba Usaha (KSU) Gemah Sumilir, yang diwakili Sunoto Seno, mengucapkan terima kasih kepada BCA yang selalu membimbing pemuda karang taruna yang tergabung dalam wadah Gemah Sumilir untuk memajukan ekonomi kerakyatan serta Pemkab Pekalongan yang selalu mensupport keberadaan Desa Wisata Batik Gemah Sumilir. Gemah Sumilir merupakan wadah bagi warga Kabupaten Pekalongan untuk memajukan perekonomian daerah.
“Kami berharap bantuan pemikiran dari semua pihak untuk pengembangan Desa Wisata Batik Gemah Sumilir,” ujarnya.
Sunoto Seno dalam kesempatan tersebut mengajak kepada seluruh perajin batik dan warga Kabupaten Pekalongan pada umumnya untuk maju bersama kaya bersama.
Hadir dalam acara tersebut, manajemen BCA, Kapolres Pekalongan, Kepala Dinperindagkop UKM, Sekretaris Dinporapar, Bappeda, camat se-Kabupaten Pekalongan, para perajin batik, pengelola Desa Wisata Batik Gemah Sumilir, dan tamu undangan lainnya.
Launching ditandai dengan pengguntingan rangkaian melati oleh pihak BCA dilanjutkan dengan tinjauan ke Desa Wisata Batik Gemah Sumilir yang sebelumnya dilakukan tukar-menukar cindera mata dari pihak BCA, Gemah Sumilir dan Pemkab Pekalongan. Pihak BCA dalam acara tersebut juga memberikan bantuan 1 unit komputer dan printer untuk operasional desa wisata. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY