Peniliti Rotterdam Tinjau Zona Mulyorejo

0
225
Peneliti Rotterdam
MENELITI – Peneliti dari Rotterdam University of Applied Siences, Jonathan Lekkerkerk mulai melakukan penelitian di zona penanganan rob Mulyorejo, Tirto dan zona Wonokerto, kemarin.
MUHAMMAD HADIYAN

Melihat Penanganan Rob Pesisir di Tirto dan Wonokerto

Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat serius menangani banjir rob di wilayah Tiro dan Wonokerto. Sudah sejauh mana langkahnya? M Hadiyan, Kajen

Langkah-langkah pasti terus dilakukan Pemkab Pekalongan dalam menangani benjara rob. Kemarin, Peneliti dari Rotterdam University of Applied Siences mulai melakukan penelitian di zona penanganan rob Mulyorejo, Tirto dan zona Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Salah satu peneliti dari Belanda, Jonathan Lekkerkerk yang turut andil dalam penanganan masalah rob di pesisir Kota Santri ini menyusur lokasi, dengan didampingi Kepala Delta Center on Climate Change Universitas Sultan Agung Semarang Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA, beserta Kepala DPU Kabupaten Pekalongan Bambang Pramukamto dan kepala desa setempat.

Jonathan bersama rombongan juga turut melihat perkembangan pembangunan tanggul melintang di utara Desa Mulyorejo. Pengerjaan yang dilakukan oleh masyarakat dan dibantu aparat TNI ini sudah mulai dikerjakan. Proses pengerjaan tanggul melintang yang dilaksankan dengan gotong royong ini berada sepanjang 800 meter dari tebing sungai Sengkarang ke tebing sungai Meduri. Pembangunan tanggul besar ini bertujuan untuk melindungi Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo Kecamatan Tirto. Setidaknya ada 2.375 rumah terdampak rob di empat desa se Kecamatan Tirto meliputi Desa Karangjomp, Tegaldowoo, Mulyorejo, Jeruksari dengan total penduduk terdampak 11.595 jiwa.

Meski suasana cukup panas, Jonathan dan rombong tetap fokus menjalankan penelitian. Menurut Jo, kerjasama antara Rotterdam University of Applied Siences dengan Pemkab Pekalongan ini dilakukan untuk mencari solusi terkait penanganan permasalahan rob.

Sekarang ini pihaknya sudah mulai terjun ke lapangan untuk melakukan pemetaan, kemudian pencarian titik masalah, dan akan menyampaikan simpulan tentangan penanganan rob.

“Pemetaan kami lakukan dengan turun langsung ke lokasi yang menjadi titik permasalahan, kemudian nanti secara berkelanjutan akan memberikan langkah-langkah penanganan rob,” ujar Jonathan.

Kepala Delta Center on Climate Change, Universitas Sultan Agung Semarang, Prof Dr Ir S Imam Wahyudi DEA, yang turut mendampingi tim dari Belanda membeberkan, ada beberapa solusi dari hasil pemetaan sementara rob di Kabupaten Pekalongan.

“Solusi tersebut, di antaranya adalah melakukan pembuatan polder, kemudian normalisasi aliran air, serta pembuatan tanggul. Dan sekarang sudah mulai digarap tanggul melintang, ini upaya bagus sekali, dan diharapkan masalah rob di Kabupaten Pekalongan dapat segera tertangani dengan baik,” kata Imam.

Untuk sekadar diketahui, penanganan rob di Kabupaten Pekalongan terbagi dalam tiga zona pananganan. Di antaranya, zona pertama di Kecamatan Wonokerto dengan panjangnya mencapai hampir 5 km, dimana penanganannya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah pusat. Zona dua ada di utara Desa Mulyorejo, yang menjadi titik tumpu menanggulangan rob di Desa Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo. Sedangkan zona tiga yakni di Desa Jeruksari yang berbatasan dengan Kota Pekalongan. Penanganan di zona tiga ini telah dikoordinasikan dengan Pemkot Pekalongan. (*)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY