Terhitung, Zakat PNS Rp 13 Miliar

0
86
Bidang Kesejahteraan Rakyat
SOSIALISASI – Baznas Kabupaten Kendal intensif sosialisasi bagi para wajib zakat, PNS untuk zakat profesi.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal intensif sosialisasi bagi para wajib zakat dari berbagai kalangan atau unsur di Kabupaten Kendal untuk bisa andil berzakat. Hal ini untuk lebih meningkatkan kesadaran bagi para wajib zakat tersebut untuk membayar zakatnya. Kali ini yang disasar zakat profesi PNS/ASN. Sosialisasi dilakukan di Tirto Arum Baru Kendal, Rabu (19/4). Acara diikuti oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan Bagian Setda Kendal.

Kepala Bagian Kesra Setda Kendal, Djembar Rusmanto, mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi kegiatan Bazda. Bahwa PNS merupakan salah satu profesi yang mempunyai kewajiban membazar zakat berdasarkan pada UU 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Apabila gerakan PNS bayar zakat bisa berhasil, diperkirakan bisa terkumpul zakat sebanyak 13 miliar rupiah pertahun, yang berasal dari zakat yang dibayarkan 2,5 persen dari gaji pokok masing-masing PNS,” kata dia.

Dia mengungkapkan, angka yang cukup besar dan dipandang mampu membantu pemerintah dalam upayanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, setelah setahun Baznas Kabupaten Kendal terbentuk, program-program Baznas Kendal dinilai masih belum bisa berjalan dengan baik, terutama penarikan zakat dari profesi PNS. Dengan sosialisasi yang diikuti oleh para pimpinan OPD, Camat dan Kepala Bagian Setda tersebut, diharapkan bisa diteruskan ke bawahannya.

“Setelah Bazda di bentuk pada Mei 2016, sampai sekarang hampir semua OPD belum membentuk Organisasi Pengelola Zakat (OPZ),” terang dia.

Dengan adanya OPZ setiap OPD akan lebih memudahkan dalam mengelola dan memaksimalkan kesadaran keluarga besar OPD masing-masing untuk membayar zakatnya.

Pada tanggal 5 Mei mendatang, Baznas akan melaunching  Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWZ). Padahal NPWZ akan diterbitkan setelah wajib zakat,  menyerahkan zakatnya.

“Jadi sebelum 5 Mei, diharapkan masing-masing OPD sudah memiliki NPWZ,” terang dia.

Soal pengelolaan zakat akan dikelola dengan transparan. Bahkan saat ini Baznas Kendal telah memiliki aplikasi Baznas. Dari aplikasi Baznas ini maka semuanya bisa mengetahui tentang bagaimana pengelolaannya, termasuk siapa-siapa para penerima zakatnya.

“Jadi masyarakat tinggal klik di aplikasinya saja,” ujar dia.

Ketua Baznas Kabupaten Kendal KH Ubaidillah yang sekaligus didaulat menjadi narasumber menyampaikan materi tentang “Peran Baznas Dalam Upaya Optimalisasi Zakat Untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Menurutnya, pengelolaan zakat bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat.

“Disamping itu juga untuk meningkatkan manfaat zakat dalam rangka mewujudkan kesejahateraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan,” kata dia. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY