Kendal

Kendal dapat Jatah Blangko e-KTP 10 Ribu

Cetak eKTP Manual
CETAK MANUAL – Disdukcapil Kendal sudah kembali geliat melakukan pencetakan e-KTP bagi warga Kendal.
NUR KHOLID MS

KENDAL – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten Kendal kembali geliat melakukan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) bagi warga Kendal yang sudah melakukan perekaman kartu tanda penduduk tersebut. Hal itu karena Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah memasok bahan baku atau blangko e-KTP.

Namun Kabupaten Kendal hanya mendapatkan jatah sebanyak 10 ribu blangko e-KTP tersebut. Adapun dalam mencetak e-KTP pakai sistem aplikasi versi baru, sehingga pencetakannya tidak bisa cepat, melainkan secara manual, satu-satu.

“Sistemnya beda sekarang. Kalau dulu bisa otomatis dicetak dulu baru dilakukan incoter, namun sekarang dibalik dan manual, cetak satu satu sebelum dicetak di lakukan incoter terlebih dahulu, dalam satu hari bisa cetak maksimal 100  KTP satu mesin sehingga agak lambat,” kata Aqim petugas pencetak e-KTP.

Untuk wilayah Kabupaten Kendal mendapatkan jatah blangko e-KTP sebanyak 10 ribu keping, namun belum bisa memenuhi permintaan masyarakat. Berdasarkan data dari dinas Kependudukan dan catatan  sipil Kabupaten Kendal, jumlah yang belum tercetak ada  39 ribu, namun jatah yang di beri dari pemerintah pusat baru  10 ribu, sehingga  yang  29 ribu  menunggu  untuk pengiriman blangko berikutnya.

Kepala  Dinas Dispedukcapil Kendal Tatang Iskandaryanto mengatakan, antrian   pencetakan e-KTP sejak bulan Agustus 2017 sampai Desember 2016 ada 39 ribu antrian, karena  kiriman blangko dari pusat  baru dapat 10 ribu  makan  di berlakukan skala prioritas,  yang  sudah   daftar  duluan  yang  diutamakan. Selain itu,  blangko dicetak di kantor  catatan  sipil dan setelah dicetak di kirim melalui PT pos, sehingga  masyarakat tidak harus datang di kantor Capil cukup di rumah  e-KTP dikirim ke rumah masing masing menggunakan jasa kirim PT POS Indonesia.

“Dengan blangko e-KTP dari pusat yang hanya 10 ribu saja, tidak mungkin bisa  terlayani semua, sehingga kami cetak di Capil dan akan kami kirim melalui jasa pos” kata dia.

Sementara dengan sistem yang baru juga mengalami kendala sebab keterbatasan  petugas menjadi kendala, tiap hari dua petugas harus keliling ke kecamatan untuk mengambil dan mengirim berkas. Sehingga  praktis  hanya  satu  orang  petugas pencetak yang  bisa bekerja. bahkan  dalam  satu  hari  sistem baru  hanya  bisa mencetak  100 KTP per hari. (nur)

Penulis: Nur Kholid MS & Redaktur: Widodo Lukito

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *