54 Ribu KK Belum Berjamban

0
78
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45
SOSIALISASI – Sosialisasi perubahan perilaku dalam BAB disampaikan dalam kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan BBGRM ke-XIV, di Pendopo Kabupaten setempat, Rabu (19/4).
MUHAMMAD ARIF PRAYOGA

KENDAL – Berdasarkan data yang ada, dari sekitar 250 ribu KK yang ada di Kabupaten Kendal sekitar 54 ribu KK belum berjamban. Pasalnya, di Kabupaten Kendal masih banyak ditemui masyarakat yang Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dispermaspemdes) Kabupaten Kendal, Ir Subaedi mengatakan tahun 2017 ini Pemkab menargetkan agar Kabupaten Kendal bebas BAB sembarangan. Salah satu programnya yakni melalui jambanisasi. Ada lima instansi yang terlibat dalam proses jambanisasi ini, mulai dari segi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Dispermaspemdes dan TP PKK Kendal.

Tindakannya antara lain agar membuat sadar masyarakat serta bisa merubah perilaku mereka dalam BAB agar tidak sembarangan, seperti di Kali.

Perilaku ini dianggap tidak bersih dan sehat sehingga harus dihilangkan. Sementara untuk infrastruktur merupakan wewenang dari Dinkes Kendal, sedangkan tim permukiman dan sarana berupa fisik bangunan. “Kami bersama pokja IV TP PKK Kendal, yang melakukan proses sosialisasi untuk merubah perilaku masyarakat yang masih BAB secara sembarangan.

Diminta agar mereka tidak melakukan hal tersebut lagi karena bukan merupakan ciri hidup bersih dan sehat. Sosialisasi awal dilakukan di Kabupaten untuk kemudian diteruskan hingga tingkat Kecamatan. Sedangkan Mei baru serentak melakukan sosialisasi di seluruh desa dan kelurahan,” ujarnya, disela-sela kegiatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 dan BBGRM ke-XIV, di Pendopo Kabupaten setempat, Rabu (19/4).

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal, Sri Handoyo. Kegiatan diikuti perwakilan Tim Penggerak PKK bersama desa binaannya. Selain itu, kegiatan ini juga ditunjang dengan mengupayakan agar ada pengadaan jamban, khususnya di wilayah permukimannya belum memiliki jamban.

“Seharusnya di setiap rumah memiliki jamban, namun jika dalam suatu tempat belum memungkinkan, maka bisa membuat jamban komunal atau umum. Untuk program jambanisasi yang dilakukan yaitu memberikan bantuan pembuatan jamban bagi warga tidak mampu dan program lainnya seperti pemberian kredit untuk pembuatan jamban,” paparnya.

Terpisah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kendal, Erna Ibnu Darmawan mengungkapkan jika peran dari kader PKK di desa-desa sangat dibutuhkan untuk ikut memberikan penyadaran kepada masyarakat agar tidak BAB sembarangan.

“Orang BAB sembarangan itu kadang bukan karena tidak punya jamban atau tidak mampu membuat jamban, tapi karena perilaku yang sudah menjadi kebiasaan sejak dulu. Makanya perlu dilakukan penyadaran berupa merubah mindset dan perilaku mereka,” ucapnya. (yog)

Penulis: M. Arif Prayoga & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY