Hanya Satu yang Hadir, Sidang Konsinyasi Ganti Rugi Jalan Tol

0
119
Sidang Tol
SIDANG – Hanya satu warga Tejorejo yang menghadiri dan menerima penetapan sidang konsinyasi pembayaran ganti rugi pembangunan jalan tol di Pengadilan Negeri (PN) Kendal, Kamis (20/4).
MUHAMMAD ARIF PRAYOGA

KENDAL – Hanya satu warga Tejorejo yang menghadiri dan menerima penetapan sidang konsinyasi pembayaran ganti rugi pembangunan jalan tol di Pengadilan Negeri (PN) Kendal, Kamis (20/4). Sementara itu 97 warga lainnya yang berasal dari Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, memilih untuk mangkir, karena menolak besaran ganti rugi pembebasan tanah jalan tol Batang-Semarang di wilayahnya tersebut. Selanjutnya, PN Kendal akan melakukan eksekusi 98 bidang tanah yang sudah ditetapkan dalam putusan Mahkamah Agung, menunggu permohonan dari pelaksana pembangunan jalan tol Semarang-Batang.

Walaupun tidak dihadiri pemilik tanah, Hakim Ketua Sidang, Mulyadi SH, tetap membacakan penetapan pembayaran konsinyasi 98 bidang tanah lainnya. Karena hingga sidang dimulai, hanya satu orang yang hadir dan menerima penetapan pembayaran konsinyasi. Mulyadi mengatakan bahwa penetapan tetap dilakukan meski warga tidak hadir.

“Selanjutnya PN Kendal akan melayangkan surat pemberitahuan penetapan ini, kemudian warga akan diberi waktu untuk melepas tanahnya,” ucapnya yang juga merupakan Ketua PN Kendal.

Dikatakan, bila dalam kurun waktu tiga hari kerja belum juga melepaskan tanahnya, maka pengadilan akan melakukan eksekusi tanah tersebut. Namun sebelum proses tersebut dilaksanakan, harus menunggu terlebih dahulu surat permohonan eksekusi dari pelaksanan pembangunan jalan tol. “Uang ganti rugi tetap akan diberikan dan dititipkan di PN Kendal, tanpa dikurangi sedikit pun. Jadi mau diambil sekarang atau 20 tahun nanti, nilainya akan tetap sama,” ucapnya.

Satu orang yang hadir dalam penetapan sidang konsinyasi, Jazuli mengungkapkan dirinya menerima keputusan ini dan mengambil uang ganti rugi yang sudah dititipkan di PN Kendal.

Tanah miiliknya yang terkena pembangunan jalan tol hanya seluas 300 meter. Dirinya mengaku tidak mengetahui alasan ketidakhadiran warga lainnya dalam sidang konsinyasi ini.

“Saya menerima penetapan dan mengambil uang konsinyasi yang dititipkan di PN Kendal. Luas tanah saya hanya 300 meter persegi, dinilai dengan harga Rp220 ribu permeter. Walaupun begitu saya ikhlas menerimanya,” katanya, usai mengikuti sidang.

Terpisah, Humas PT Jasa Marga Batang-Semarang, Iwan Abrianto menyayangkan warga yang memutuskan tidak hadir dalam sidang konsinyasi tersebut. Dikatakan surat pengosongan tanah sudah di siapkan PPK dan surat pemutusan hubungan hukum dari BPN sebagai dasar eksekusi PN Kendal. “Kami tetap akan melakukan pembangunan jalan tol Batang-Semarang, bahkan telah menyiapkan ruas jalan untuk arus mudik lebaran nanti,” paparnya.

Seperti diketahui, Warga Desa Wungurejo dan Tejorejo keberatan dengan nilai ganti rugi jalan tol dan melayangkan gugatan ke PN Kendal. Pada sidang tingkat PN Kendal keberatan warga ditolak. Warga kemudian meminta banding dan ditingkat Pengadilan Tinggi Jawa Tengah (PT Jateng) nilai ganti rugi naik dari Rp220 ribu menjadi Rp350 ribu permeter. Namun dalam proses kasasi, Mahkamah Agung membatalkan putusan PT Jateng dan menetapkan sesuai putusan PN Kendal. (yog)

Penulis: M. Arif Prayoga & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY