16 Tim Tanding Futsal di Dalam Penjara, Turnamen Walikota Cup

0
88
Wawalkot Futsal
MENENDANG – Wakil Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz bersiap menendang bola, menandai dibukanya open turnamen futsal ‘Walikota Pekalongan Cup 2017’ di Lapas Kelas IIA Pekalongan, Rabu (19/4).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Sebanyak 16 tim mengikuti ‘open tournament’ atau turnamen terbuka Futsal ‘Walikota Pekalongan Cup 2017’, mulai Selasa (18/4) hingga 21 April mendatang.

Uniknya, turnamen futsal ini digelar di dalam lingkungan penjara, yakni di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan.

Meski pertandingan telah dimulai sejak Selasa lalu, namun secara resmi upacara pembukaan turnamen dilakukan pada Rabu (19/4) pagi di Lapas Pekalongan.

Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Wakil Walikota Pekalongan HM Saelany Machfudz, ditandai dengan tendangan bola ke arah gawang. Acara pembukaan dihadiri pula perwakilan unsur Forkompinda Kota Pekalongan.

Kalapas Kelas IIA Pekalongan M Hilal mengatakan, open turnamen futsal ini digelar dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-53 Tahun 2017. “Alhamdulillah open turnamen futsal memperebutkan tropi Walikota Pekalongan Cup ini diikuti 16 tim,” kata Hilal, Rabu (19/4).

Enam belas tim yang mengikuti turnamen futsal ini, yakni Kospin Jasa, Perawat Pekalongan, Bunga Kuning, JBL, RSUD Bendan, PWI Pekalongan, Elpaskal FC, dan Rutan Pekalongan.

Selain itu diikuti pula tim WBP Elpaskal, Apollo Print, Viva Futsal, SD FC, CPN, West Ham, Koko FC Stain, serta Uget-Uget FC.

Pada hari pertama turnamen, sejumlah tim telah bertanding. Diantaranya, tim PWI Pekalongan yang beranggotakan para wartawan yang biasa tugas liputan di Kota dan Kabupaten Pekalongan. Pada laga tersebut, tim PWI dikalahkan tim RSUD Bendan. Selain itu, tim Kospin Jasa yang berhasil mengalahkan tim Perawat Pekalongan. Sedangkan tim Elpaskal FC berhasil mengalahkan tim Rutan Pekalongan.

Selain turnamen futsal, imbuh Hilal, kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan tahun ini adalah lomba olahraga tradisional. Lomba olahraga tradisional ini diikuti oleh pelajar SLTA, dan memperebutkan piala Ketua DPRD Kota Pekalongan selaku Ketua FORMI (federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia).

Hilal memaparkan, berbagai kegiatan untuk memeriahkan Hari Pemasyarakatan tahun ini, yang dikedepankan adalah program integrasi. Baik itu integrasi ke dalam maupun ke luar.

“Yang integrasi ke luar, misalnya kemarin kita telah melaksanakan bakti sosial di sejumlah lokasi. Berupa membersihkan sampah di kawasan Jetayu, sekitar masjid Al Ikhlas, masjid Jami, dan Lapangan Mataram,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan dengan maksud untuk menciptakan kembali kesatuan hubungan antara warga binaan Lapas Pekalongan dengan masyarakat. “Sehingga nanti pada saat mereka bebas, baik warga binaan maupun masyarakat sudah tidak ada jarak lagi. Karena mereka (warga binaan, red) pada hakikatnya merupakan warga masyrakat,” imbuh Hilal. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY