Batang

Peran Sumur, Dapur dan Kasur Sudah Tak Zaman bagi Perempuan

Peran Perempuan
PENDIDIKAN POLITIK – Sejumlah perwakilan organisasi perempuan di Kabupaten Batang ikut ambil bagian dalam diskusi pendidikan politik yang digelar Kesbangpol Batang di Gedung Pramuka, Rabu lalu.
AKHMAD SAEFUDIN

BATANG – Di masa lalu, peran perempuan dibatasi hanya di ruang privat atau populer dengan istilah sumur, dapur dan kasur. Sebab, budaya yang menghambat kiprah kaum hawa secara perlahan ditinggalkan dan kini banyak perempuan yang mengambil peran-peran strategis di ruang publik.

“Hambatan itu tentu saja masih ada, tetapi secara umum pandangan-pandangan yang menomorduakan kaum perempuan sudah dianggap tak relevan. Terbukti, perempuan masa kini telah mampu menduduki posisi-posisi strategis sebagaimana laki-laki, dari jabatan eksekutif di perusahaan sampai kepala daerah, menteri, dan bahkan presiden,” kata Kepala Kesbangpol Batang, Agung Wisnu Barata SSos MM, Kamis (20/4).

Menurut dia, keterlibatan kaum perempuan di politik adalah indikator paling memadai bagi semakin diterimanya gagasan emansipasi wanita. Diakuinya, sebelumnya faktor budaya menjadi penghambat kiprah perempuan di ruang publik, terutama politik. Konsep lama tentang “konco wingking” menempatkan kaum hawa sebagai pemeran belakang kaum laki-laki.

Di sisi lain, kata Agung, , citra politik yang sedemikian buruk dan kotor juga membuat banyak kaum perempuan menghindar dari dunia politik. “Padahal, politik ini teramat penting karena terkait dengan pengambilan keputusan yang menyangkut orang banyak. Maka perempuan harus terlibat di politik agar bisa ikut menjadi penentu kebijakan, jangan apriori,” tandasnya.

Beruntung, kata Agung, kesadaran untuk berpartisipasi dalam politik belakangan menguat. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang menduduki jabatan-jabatan penting dalam politik dan pemerintahan. “Kita lihat lokal saja, 9 dari 45 anggota DPRD adalah perempuan. Sementara di eksekutif, ada 6 perempuan menduduki jabatan kepala dinas. Ini bukti perempuan memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki,” terangnya. (sef)

Penulis: Akhmad Saefudin & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *