Batang News

Sedekah Air, Budaya Batang Yang Terpendam

Sedekah Air
KEGIATAN – Nampak Bupati Batang terpilih Wihaji tengah mengikuti jalannya rangkaian acara yang diselenggarakn oleh PDAM Kabupaten Batang.
M Dhia Thufail

BATANG – Dalam rangka memeriahkan HUT Ke 24, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang menyelenggarakan berbagai rangkaian acara kebudayaan di Kebun Teh Pagilaran Batang. Seperti prosesi sedekah air, penanaman pohon bersama, minum teh bersama, tarian petik teh, serta hiburan seni traditional lainnya.

“Prosesi sedekah air ini semata-mata adalah untuk membangkitkan budaya yang ada di Kabupaten Batang. Dan rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan limpahan air kepada masyarakat Kabupaten Batang melalui PDAM Kabupaten Batang dan bisa memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan di PDAM Batang,” ujar Direktur PDAM Kabupaten Batang Yulianto, usai menggelar prosesi sedekah air, Kamis (20/4).

Yulianto juga mengajak seluruh warga masyarakat untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan dan selalu bersyukur kepada Allah SWT. Karena sampai saat ini Kabupaten Batang masih diberi kesempatan untuk menikmati air yang berkecukupan.

Tak ketinggalan, dalam gelaran acara HUT tersebut, PDAM Kabupateb Batang juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dan Janda di lima desa, yakni Pacet, Tambakboyo, Ngadirejo, Keteleng dan Reban. Selanjutnya, acara juga di isi dengan alunan musik campursari, tari petik teh, baca puisi serta hiburan seni tradisional.

Turut hadir dalam acara, Bupati Batang dan Wakil Bupati Batang terpilih Wihaji dan Suyono. Kemudian Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) se Jawa Tengah, Direktur produksi PT Pagilaran dan  juga beberapa PDAM Kota dan Kabupaten. Seperti PDAM Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Rembang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Bupati Batang Terpilih Wihaji mengajak warga masyarakat agar guyup rukun dan bersatu demi kemajuan Kabupaten Batang ke depan. Ia juga merasa bangga melihat kekayaan alam dan budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Batang, begitu melimpah ruah.

“Saya bangga dan hormat, dengan adanya kekayaan lokal yang dimiliki Kabupaten Batang ini. Seperti halnya kesenian budaya tradisional di Desa Keteleng ini. Untuk itu, kita harus sering tampilkan kesenian ini sebagai salah satu wujud kebanggaan kita. Karena kesenian ini merupakan suatu kekayaan yang sudah semestinya kita sampaikan kepada seluruh warga, khususnya Kabupaten Batang,” kata Wihaji.

Lanjut Wihaji, nantinya selain dalam kerangka peningkatan ekonomi, pertumbuhan ekonomi dan menciptakan industri yang bisa dan mampu memberikan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang. Ia juga akan mensport beberapa hal berkenaan dengan destinasi wisata, termasuk kekayaan lokal, khususnya di bidang budaya.

Pada kesempatan tersebut, Wihaji juga mengikuti prosesi pengambilan air di sumber mata air yang ada di pagilaran. Ia juga ikut melaksanakan prosesi penanaman pohon bersama, yang diikuti oleh beberapa FKP se Jawa Tengah dan PDAM Kabupaten/Kota yang diundang. (ap6)

Penulis: M. Dhia Thufail & Redaktur: Dony Widyo

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *