Siola Jadi Mal Pelayanan Publik

0
59

JAKARTA – Pengurusan dokumen perizinan kerap kali harus mondar-mandir ke banyak kantor pemerintah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Biokrasi (PAN-RB) menggagas pendirian mal pelayanan publik. Diawali di Surabaya, lalu menyusul di Batam dan Pekanbaru.

Rencana pendirian mal khusus untuk pelayanan publik itu disampaikan Menteri PAN-RB Asman Abnur. Dia menjelaskan, di dalam mal itu nanti akan dibuka sebanyak-banyaknya layanan publik. ”Pertama yang siap Pemkot Surabaya menggunakan gedung Siola,” katanya usai paparan 99 Inovasi Terbaik di Jakarta kemarin (20/4).

Asman menjelaskan, aneka pelayanan publik itu mulai urusan KTP dan catatan sipil, pajak kendaraan, SIM, serta perizinan urusan bisnis dan usaha. Bahkan, dia berharap Kementerian Agama (Kemenag) ikut menempatkan layanan pencatatan nikah di mal pelayanan publik itu.

”Yang menarik, nanti mal pelayanan publik di Pekanbaru, Riau,” jelasnya. Nanti instansi yang beroperasi tidak hanya di bawah Pemkot Pekanbaru maupun Pemprov Riau. Tetapi juga dari instansi kabupaten di sekitar Pekanbaru. Seperti dari Siak dan Dumai.

Asman menceritakan, tujuan dibukanya mal pelayanan publik itu untuk memudahkan masyarakat. Sehingga bisa mendukung instruksi Presiden Joko Widodo untuk memudahkan membuka usaha. Dia berharap mal pelayanan publik ini fungsinya lebih maksimal ketimbang unit pelayanan satu atap (UPSA).

Selain itu, dengan adanya mal pelayanan publik, mengurus segala jenis perizinan tidak perlu sampai ketemu pejabat atau kepala dinas. ”Tahu sendirilah kalau ketemu kepala dinas, bisa terjadi macam-macam,” jelasnya. Dia mengakui, berdirinya mal pelayanan publik itu bisa merusak ”kondisi nyaman” pihak-pihak tertentu. Namun peningkatan pelayanan publik harus diutamakan. (wan/oki)

Sementara itu, dalam pengumuman 99 Pelayanan Publik terbaik di Indonesia tahun ini, didominasi pelayanan bidang kesehatan dan pertanian. Sementara yang paling sedikit adalah pelayanan publik di sektor pendidikan. Dari total 99 jenis pelayanan publik terbaik, hanya ada empat jenis yang terkait pendidikan.

Asman menjelaskan kontes pelayanan publik terbaik tidak dikelompokkan berdasarkan bidang-bidang. Semua bidang baik itu dari instansi pusat, daerah, BUMN, memiliki kesempatan terbuka untuk bersaing. Dia berharap instansi yang belum memiliki inovasi untuk segera membuat inovasi. Minimal dapat mencontoh inovasi yang sudah ada.

Deputi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa menjelaskan jenis pelayanan publik yang mendaftar melalui Sistem Informasi Pelayanan Publik (SiNovik) tahun ini mencapai 3.054 inovasi. Kemudian setelah diseleksi tahap pertama, tersisa 1.373 inovasi. ”Setelah ditetapkan 99 inovasi, nanti diputuskan ada 40 inovasi best of the best,” katanya.

Diah lantas merinci sebaran inovasi pelayanan publik yang lolos dalam 99 besar. Perinciannya adalah 20 inovasi di tingkat kementerian, 3 inovasi di lembaga, 21 inovasi di pemprov, 34 inovasi di pemkab, 15 inovasi di pemkot, dan 2 inovasi di BUMN serta 4 inovasi di BUMD. (wan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY