Metro Pendidikan

SMK Muhammadiyah Pekalongan Cemas Penerapan Sekolah 5 Hari

SMK Muhammadiyah Pekalongan
AKTIVITAS – Suasana senam pagi di SMK Muhammadiyah Pekalongan, mereka terlihat antusias.
MALEKHA / RADAR PEKALONGAN

KOTA – Aturan 5 hari sekolah yang diwacanakan akan diberlakukan mulai tahun ajaran baru mendatang, sedikit banyak membuat cemas praktisi pendidikan dan menuai banyak pro kontra di lingkungan sekolah.

Diantaranya SMK Muhammadiyah yang merasa membutuhkan sinergisitas banyak pihak ketika akan diberlakukan. Demikian disampaikan Staf Waka Kurikulum Bagian Pembelajaran SMK Muhammdiyah, Ali Khamid SPd kepada www.radarpekalongan.com di ruang kerjanya, Kamis(20/4).

“Terus terang saja, cukup sulit bagi kami untuk menerapkan sekolah 5 hari hingga sampai saat ini belum menemukan titik temu, jadi sampai sekarang belum dibahas detail. Saat ini kami hanya masih ancang-ancang saja,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Ali.

Pihaknya sendiri mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan sistem sekolah 5 hari, pasalnya SMK Muhammadiyah adalah yang berada di 2 naungan lembaga, yaitu dinas pendidikan serta majelis muhammadiyah.

“Sekolah kami memang beda, karena kami sekolah yang berada dibawah naungan dinas pendidikan maka kami mempunyai kewajiban 48 jam di sekolah. Sedangkan dibawah majelis muhammadiyah sendiri kami punya kewajiban 14 jam materi tambahan. Coba bayangkan saja kalau dipadatkan menjadi 5 hari, bisa pulang jam berpa nanti anak-anak,” terangnya.

Dia mengaku akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan dengan pembelajaran sehari-hari. Terlebih SMK mempunyai waktu yang lebih banyak dikarenakan banyak praktek.

“Kami belum tahu apakah nantinya akan seperti apa. Apakah setiap jam nya akan dikurangi atau bagaimana belum ada pembahasan lebih lanjut, karena kalau dilihat secara memungkinkan,” imbuh Ali.

Oleh karena itu, sejauh ini pihak sekolah belum bisa memastikan akan mengikuti peraturan 5 hari sekolah, dikarenakan ada kebijakan lokal dan muatan lokal yang harus dipenuhi.

“Kami akan terus mencoba berkomunikasi kepada pihak-pihak terkait, karena bagaimanapun kami hanya pelaksana. Seperti apapun kebijaknya kami akan menyingkronkan dan berusaha secara maksimal,” pungkasnya. (ap4)

Penulis: Malekha | Radar Pekalongan
Redaktur: Dalal Muslimin

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *