Nasional News

Operasi Novel Tunggu Pekan Depan

Operasi Novel Tunggu Pekan Depan
POSITIF – Novel Baswedan saat menjalani perawatan mata di RS Singapura.
KPK FOR JAWA POS

*Pemulihan Mata Kiri Lambat

JAKARTA – Dua pekan sudah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani perawatan di Singapura. Meski belum pulih sepenuhnya, kondisi pria kelahiran Semarang tersebut terus membaik. Penglihatan sepupu Anies Baswedan itu pun berangsur kembali. Guna memastikan tidak perlu dilakukan operasi, tim dokter memantau perkembangan pemulihan kedua mata Novel secara intensif. Setidaknya itu dilakukan sampai pekan depan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, laporan yang diterima oleh instansinya kemarin menunjukan bahwa secara umum kondisi Novel stabil. Selama sepekan sejak berita ini dibuat, tim dokter berharap besar perbaikan konjungtiva mata kanan menyentuh kornea. “Sedangkan pertumbuhan untuk mata kiri masih lambat,” ungkap pria yang akrab dipanggil Febri itu. Maklum, paparan cairan asam sulfat yang disiramkan kepada Novel lebih dominan berdampak pada mata kiri. Sehingga pemulihannya butuh lebih banyak waktu.

Berdasar keterangan Febri, kemarin (24/4) tim dokter melakukan empat tindakan kepada Novel. Yakni pemeriksaan tekanan mata, pemberian eye drop, analisa langsung terhadap dua bola mata, serta memberikan cairan kimia untuk mengetahui kondisi mata melalui indikator warna. “Tekanan mata baik. Kanan 16 dan kiri 18,” ucap mantan aktivis sekaligus peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) itu. Angka tersebut masih dalam batas normal. Yakni berada di antara 6 sampai 21.

Disamping empat tindakan tersebut, tim dokter juga kembali mencoba melihat perkembangan penglihatan Novel melalui tes mata. Hasilnya, kata Febri, mata sebelah kanan sudah mampu mengenali dan membaca huruf pada level enam dengan baik. Sedangkan penglihatan mata kiri selaras dengan perkembangan pemulihannya. “Kiri level 45,” imbuhnya. Itu berarti hanya huruf dengan ukuran besar saja yang sudah terlihat dan mampu dikenali Novel menggunakan mata kanannya. Dia menekankan, semakin kecil level huruf yang dapat dilihat semakin baik.

Melengkapi keterangan Febri, Taufik Baswedan yang sejak awal mendampingi Novel di Singapura menjelaskan bahwa upaya tim dokter untuk menghindarkan Novel dari tindakan operasi terus dilakukan. Salah satunya melalui pemantauan perkembangan pemulihan kedua mata Novel sampai pekan depan. “Dokter berusaha menghindari operasi,” ungkap dia kepada Jawa Pos. Paparan cairan asam sulfat terhadap mata memang berbahaya. Operasi menjadi salah satu opsi untuk mengembalikan fungsi mata yang terpapar cairan tersebut.

Namun demikian, keputusan operasi atau tidak bergantung pertimbangan dokter. Termasuk di antaranya pada kasus Novel. Menurut Taufik, keputusan Novel harus naik meja operasi atau tidak juga bergantung hasil pemantauan perkembangan kedua mata penyidik senior di KPK itu. “Bisa minggu depan atau lebih,” jelasnya. Yang pasti, dia belum tahu sampai kapan adiknya harus menjalani pengobatan di Singapura. “Mohon doanya,” tambah Taufik. Selain penanganan medis, dukungan melalui doa amat penting bagi Novel.

Soal perkembangan penyelidikan pelaku yang menyiramkan air keras kepada Novel, Taufik enggan banyak komentar. Menurut dia Novel pun sudah mendapat kabar berkaitan dengan hal tersebut. Dengan tegas Taufik mengungkapkan bahwa pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera menangkap dan mengungkap pelaku. Itu sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo. “Presiden kan sudah perintahkan untuk segara diusut tuntas dan tangkap pelakunya. Saya kira itu sudah jelas,” terang dia. (syn/)

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *