Lagi, Warga Blokir Jalan

1
1157
Sandera Truk
HENTIKAN – Sekitar seratus warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menghentikan delapan truk proyek tol yang tengah melaju di Jalan Raya Bojong, kemarin (14/5).
MUHAMMAD HADIYAN

Delapan Truk Proyek Ditahan

Sekitar seratus warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan kembali melakukan aksi blokir jalur proyek tol, Minggu siang (14/5). Aksi nekat ini dilakukan warga lantaran kesal dengan pihak rekanan yang terlambat menghadiri musyawarah menindaklanjuti mediasi pertama pada Kamis lalu (11/5).

Setidaknya ada delapan truk bermuatan tanah merah material tol yang dihentikan warga. Masing-masing satu truk milik PT Dirgantara bernopol D 8084 FA, empat truk milik PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) bernopol B 9907 UYX, B 9910 BYT, B 9973 KYT, B 990 UYX, dan tiga truk milik PT SMJ dengan nopol B 9656 SYV, B 9659 SYV, B 9558 SYV.

Awalnya, tepat pukul 8 pagi, warga menunggu kehadiran dari pihak PT di sebuah rumah makan di Jalan Raya Bojong, untuk membahas permasalahan dampak aktivitas proyek tol. Namun dari perwakilan ketiga PT (SMJ, LMA dan Dirgantara) sampai pukul 09.00 WIB belum juga datang, meski warga telah memberi waktu tambah 10 menit untuk menunggu. Sehingga pukul 9.27 WIB kemarin, warga mulai emosi. Sedikitnya seratus warga Duwet menghentikan truk pembawa tanah dari ketiga PT tersebut. Delapan truk besar pengangkut material tol pun dihentikan.

Tepat pukul 09.30 WIB, musyawarah soal dampak tol mulai berjalan, meski baru dari pihak PT LMA yang datang.
Musyawarah pembahasan dampak proyek tol ini dihadiri Kasat Intelkam Polres Akp GN Simatupang, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung, Kapolsek Bojong Akp I Wayan Suandi, Danramil Bojong Kapten Inf Nurkhan, Plt Camat Bojong Abdul Qoyum, BPD Desa Duwet Ismani, tokoh pemuda desa setempat Nalendra, pihak LMA Yuli, dan 300 warga Desa Duwet.

Sampai pukul 11.00 WIB, perwakilan dari PT SMJ dan Dirgantara belum datang, sehingga pihak Polres maupun Polsek Bojong bersikeras menenangkan dan mengimbau warga untuk memberi jalan pada truk yang sudah beberapa jam dihentikan. Imbauan tersebut dilaksanakan warga dengan membebaskan truk untuk kembali melaju sembari menunggu pihak SMJ dan dirgantara datang. Pukul 11.10 WIB, truk-truk yang dihentikan itu sudah kembali dijalankan.

Dalam musyawarah itu, warga menuntut pihak pelaksana proyek dengan beberapa tuntutan. Di antaranya adalah pembersihan jalan setiap hari dengan tenaga empat orang dan berasal dari Warga Duwet, pembentukan posko reaksi cepat untuk penanggulangan kecelakaan di salah satu rumah warga dengan melibatkan karang taruna setempat, truk-truk proyek harus dalam kondisi bersih dan bak belakang tertutup rapat dengan terpal. Truk juga tidak diperbolehkan berjalan ngebut, maksimal dua truk dengan muatan tidak berlebihan. Sebagian besar poin tuntutan warga siap direalisasikan rekanan, tinggal satu poin yang belum disetujui pihak PT, yakni terkait kompensasi.

Lalu, pada pukul 12.00 WIB, Rendra dari pihak Dirgantara datang menghadiri musyawarah untuk turut mendengarkan tuntutan warga Desa Duwet. Akantetapi, musyawarah tersebut tidak menghasilkan titik temu antara PT dan Warga Desa Duwet. Sehingga, Polres Pekalongan akan memediasi lagi dan mengundang perwakilan warga sebanyak 10 orang, pihak SMJ, pihak LMA dan pihak Dirgantara serta Waskita di Polres Pekalongan pada Rabu mendatang, 17 Mei 2017, tepatnya pukul 13.00 WIB guna mencari solusi terbaik terkait kompensasi.

Kapolsek Bojong, Ako I Wayan Suandi, mengatakan, tuntutan-tuntutan warga sudah disetujui, tinggal satu saja yang belum, yakni tentang kompensasi. “Nanti, Hari Rabu tanggal 17 Mei 2017, akan dilakukan pertemuan lanjutan dengan ketiga PT. Kami meminta warga agar mobil truk dapat berjalan lagi sebagaimana mestinya,” terang I Wayan, kemarin. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

1 COMMENT

  1. Bagus buat warga deaa duwet bojong,bertindak tegas kpd pemborong proyek jalan tol.
    D t4 q,dsa pegandon kr dadap,tdk ada stu orgpun yg protes ini itu pdhal jalannya rusak.banyak debu.pa lg ps hujan jalaan licin,q jg pnah jd korban jalan yg licin pdhal g ngebut bwa mtre.sya sm suami dan anak sy,untung msh gpp.tp hati ini rasa esmosi bingit.
    Ko yaaa dr kelurahan g ada yg respon soal jln yg rusak dll.gegara jalan toll….
    Sya heran…..sendiri jdnya.

LEAVE A REPLY