Wabah Campak di Pekalongan Tinggi

0
105
Sosialisasi MR
SOSIALISASI – Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti membuka Sosialisasi Kampanye Imunisasi (pemberian imunisasi secara massal dan serentak) Campak dan Rubella di Aula Setda setempat, Kamis pagi (18/5).
MUHAMMAD HADIYAN

2016 Capai 176 Kasus, Per April 2017 Ada 37 Kasus

Kasus campak dan rubella di Kabupaten Pekalongan masih relatif tinggi. Di tahun 2016 lalu, ditemukan 176 kasus campak dan rubella di kabupaten ini. Sedangkan sampai April 2017, sudah ada 37 kasus. Sehingga sudah saatnya dilaksanakan program dari pemerintah untuk memutus tali penularan penyakit ini.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pekalongan, Ir Arini Harimurti saat membuka Sosialisasi Kampanye Imunisasi (pemberian imunisasi secara massal dan serentak) Campak dan Rubella di Aula Setda setempat, Kamis pagi (18/5). Pelaksanaan imunisasi massal itu akan dilakukan pada Bulan Agustus sampai September 2017 di Kabupaten Pekalongan.

Arini menyampaikan apresiasinya karena sosialisasi tersebut merupakan sebuah program dari pusat tentang pelaksanaan imunisasi campak dan rubella. Sebab, penyakit ini dapat memberikan kesakitan dan juga kecacatan seperti cacat mata, cacat telinga, dan bahkan cacat otak.

“Ini kan sangat berbahaya. Cacat otak otomatis akan membahayakan dan mengganggu perkembangan mentalnya. Bisa kita bayangkan kalau anak-anak kita terkena penyakit ini akan sangat memprihatinkan. Kalau tidak kita cegah, akan berakibat buruk pada perkembangan anak-anak kita dimasa depan,” ujar wabup.

Arini mengatakan bahwa program dari pemerintah ini hanya memutus tali penularan itu sendiri dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh dengan imunisasi. Dijelaskannya untuk Kabupaten Pekalongan pada tahun 2016 ada 176 kasus campak dan rubella.

“Ini bukan angka yang kecil. Sebagai sample untuk Petungkriyono ada 22 anak positif campak dari 176 kasus. Sedangkan data sampai April 2017, ada 37 kasus, dari 24 sample yang diperiksa ada 5 kasus campak dan 12 positif terkena rubella. Oleh karena itu hal ini perlu kita waspadai,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut tak lupa wakil Bupati menyampaikan pesannya pada para Kepala SKPD terkait untuk bisa bersinergi sehingga pelaksanaan program ini bisa berjalan dengan lancar. “Kepada Tokoh Masyarakat agar mensosialisasikan kegiatan imunisasi ini bahwa vaksin yang dipakai ini adalah produk dalam negeri yaitu PT Biofarma yang sudah mengekspor di 150 negara. Termasuk negara-negara Islam, sehingga tidak perlu diragukan bahwa vaksin ini aman,” tegas Arini.

Selanjutnya kepada para camat untuk menggerakkan kader-kadernya untuk mendukung pelaksanaan tersebut. Sehingga anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun bisa datang ke Pos-pos pelayanan, dan dapat menyisir ke desa masing-masing.

“Mohon bantuan juga pada para Kepala Puskesmas agar menyiapkan segala sesuatunya. Supaya pada saatnya nanti tidak ada satupun anak yang tidak terimunisasi. Karena kalau ada satu saja yang tertinggal, maka artinya kita tidak dapat memutus tali penularan ini,” jelas Arini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr Sutanto Setiabudi menuturkan, tujuan diadakan acara sosialisasi tersebut adalah untuk meningkatkan koordinasi dan mendapatkan dukungan dari lintas sektor, lintas program, ormas dan lain-lain. “Tujuan lain yang ingin dicapai adalah adanya kesempatan untuk menyukseskan kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Kabupaten Pekalongan Tahun 2017,” imbuhnya menjelaskan.

Tanto menambahkan, sasaran yang diimunisasi adalah anak usia 9 bulan hingga 15 tahun dengan total sasaran 228.332 anak. Rinciannya, anak usia 9 bulan sampai usia kurang dari 7 tahun sebanyak 89.993 anak, dan anak usia lebih dari 7 tahun hingga kurang dari 15 tahun sebanyak 138.166 anak, serta anak yang tidak besekolah sebanyak 2.469 anak.

“Anak-anak ini nantinya dapat diimunisasi di pos-pos imunisasi yang dilaksanakan di 1.390 posyandu, 375 PAUD, 518 SD/MI dan 118 SMP/MTs. Bagi balita yang tidak hadir di pos pelayanan atau tertunda karena alasan medis akan dilakukan kunjungan oleh petugas kesehatan puskesmas dan kader. Sehingga diupayakan tidak ada balita yang tidak diimunisasi,” terang Tanto.

Ia membeberkan, tenaga pelaksana vaksinasi juga telah disiapkan, yaitu 81 orang tenaga supervisor, 1.103 tenaga vaksinator, 5.473 orang tenaga kader dan 1.326 orang tenaga Guru UKS. “Untuk semua perlengkapan logistik juga telah kami distribusikan ke Puskesmas sesuai dengan alokasi yang tersedia, seperti Vaksin MR, Spuit ADS 0,5 ml, Spuit ADS 5 ml, Safety Box dan Vaksin Carrier,” tambahnya. (yan)

Penulis: M. Hadiyan & Redaktur: Widodo Lukito

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY