Satgas Pangan Belum Temukan Adanya Spekulan Sembako, Sidak di Pasar Tradisional

0
70
Satgas Pangan
SIDAK – Satgas Pangan Polres Pekalongan Kota dipimpin Kasatreskrim AKP Windoyo saat melakukan sidak dan pemantauan harga maupun stok bahan pangan dan kebutuhan pokok di Pasar Grogolan, Kota Pekalongan, kemarin (18/5).
WAHYU HIDAYAT

KOTA PEKALONGAN – Tim Satgas Pangan Polres Pekalongan Kota yang terdiri dari berbagai fungsi, seperti Reskrim, Intelkam, Sabhara, maupun Binmas, belum menemukan adanya spekulan harga maupun penimbun sembako di Kota Pekalongan, menjelang datangnya bulan Ramadan.

Hal ini diketahui dari hasil sidak yang dilakukan Satgas mafia pangan, yang dipimpin Kasatreksrim Polres Pekalongan Kota AKP Windoyo selaku Kasatgas, bersama sejumlah anggota Satreskrim, Satintelkam, maupun Sabhara, saat melakukan sidak di Pasar Grogolan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Kamis (18/5) siang.

Pada sidak tersebut, petugas mengecek harga sejumlah harga pangan, terutama harga-harga sembako, untuk mengetahui apakah ada lonjakan harga yang cukup drastis atau tidak. Didampingi petugas Trantib dan Pengelola Pasar setempat, tim juga berdialog dengan sejumlah pedagang, untuk mencari informasi mengenai ketersediaan stok bahan pangan.

Dari pemantauan langsung di lapangan dan berdasar informasi sejumlah pedagang sembako di Pasar Grogolan, menjelang Ramadan ini beberapa bahan pokok maupun bahan pangan lainnya memang sempat mengalami kenaikan harga. Beberapa lainnya harganya masih stabil. Jikapun ada kenaikan harga masih dalam batas wajar, stoknya pun tidak sampai terjadi kelangkaan.

Sebagaimana yang disampaikan salah seorang pemilik toko sembako, Tikno. Dia menuturkan, untuk harga beras saat ini masih relatif stabil. Belum ada lonjakan harga. Begitupun dengan gandum dan gula, harganya masih stabil, stoknya pun sangat cukup.

Mengenai harga beras perkilo, menurut dia bervariasi, tergantung dari kualitas beras yang bersangkutan. Misalnya untuk beras dengan mutu rendah, harganya Rp7.200 per kilogram (kg). “Ada juga yang kualitas sedang, harga Rp8.200 per kilo, tetapi kebetulan saat ini stoknya habis,” tuturnya.

Beras dengan kualitas tinggi atau kelas premium, imbuh Tikno, ia jual dengan harga standar Rp8.800 per kg. Ada lagi yang kualitas lebih tinggi lagi, yakni beras ‘poles’, harganya mencapai Rp9.200 per kg.

“Kami juga menyediakan beras dari Gapoktan (gabungan kelompok tani), harga jualnya dipatok Rp7.900 per kilo, kemasan per kantong isi 5 kiloan. Ini sudah ketentuan dari pemerintah. Tiap satu pembeli tidak boleh beli lebih dari dua kantong. Tiap pembeli juga kita catat nama dan alamatnya. Ini sudah aturan dari pemerintah,” ujarnya.

Mengenai ketersediaan stok beras, pemilik toko “Tikno” ini mengungkapkan saat ini masih mencukupi. “Stoknya sekitar 40an ton. Tiap hari keluar masuk terus barangnya,” bebernya. “Kalau gandum, harga jualnya saat ini Rp111 ribu per 25 kg, sedangkan gula pasir Rp116 ribu per kwintal. Kalau per kilonya, gula pasir dijual sekitar Rp12 ribu,” imbuhnya.

Tikno menyampaikan, kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada telur ayam boiler. Beberapa pekan sebelumnya harganya masih Rp160 ribu per peti, atau per 10 kg. Saat ini harganya Rp200 ribu. “Satu peti biasanya isinya sekitar 200 butir telur,” terangnya.

Kenaikan harga terpantau pula untuk komoditas bawang merah lokal. Seminggu lalu masih Rp24 ribu per kg, sekarang Rp32 ribu. “Stoknya sih sekarang stabil dan cukup. Sebelumnya memang sempat kurang. Sehari ada pasokan bawang merah dari Brebes sekitar 1,5 ton,” kata Tri Setyaningsih, salah seorang pedagang bumbu dapur dan sayuran di Pasar Grogolan Baru. “Saat ini juga belum ada lonjakan harga maupun permintaan. Mungkin harganya akan naik lagi kalau mau lebaran,” imbuhnya.

Sedangkan harga bawang putih, berkisar antara Rp52 ribu hingga Rp57 ribu per kg. “Harganya masih segitu, belum mau turun,” ungkap Ningsih lagi.

Sementara harga daging ayam merah, terpantau masih stabil di kisaran Rp40 ribu per kilo, sedangkan daging ayam kampung Rp70 ribu per kg. Harganya masih sama dengan satu minggu kemarin. Yang mengalami kenaikan adalah harga daging ayam ras, dari semula Rp28 ribu, kini Rp32 ribu per kg. “Seminggu kemarin masih 28, sekarang 32 per kilo. Dari sananya memang sudah naik,” kata salah seorang penjual daging ayam.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto melalui Kasatreskrim AKP Windoyo selaku Kasatgas Pangan, menjelaskan bahwa sidak tersebut merupakan perintah pimpinan dalam rangka pemantauan harga-harga pangan, utamanya sembako, menjelang datangnya bulan Ramadan maupun hari raya Idul Fitri mendatang.

Pemantauan itu juga untuk mengantisipasi adanya spekulan yang mempermainkan harga pangan/sembako dengan seenaknya, maupun para penimbun sembako. “Antisipasi para spekulan yang terindikasikan memainkan harga pangan. Untuk sementara ini, kita belum menemukan adanya spekulan maupun indikasi penimbunan sembako dan bahan pangan lainnya,” terangnya.

Menjelang Ramadan ini, diakuinya beberapa bahan pangan memang mengalami pergerakan harga. “Ada beberapa yang harganya naik, ada yang turun. Tetapi terpantau masih stabil. Stoknya pun tidak terjadi kelangkaan,” tuturnya.

Dia menegaskan, apabila ditemukan indikasi penimbunan sembako atau bahan pangan lainnya, sehingga menyebabkan kelangkaan stok barang dan lonjakan harga, aparat penegak hukum akan melakukan penindakan. “Akan kita lakukan penindakan, akan ada sanksinya. Tetapi lebih dahulu akan kita lakukan penyelidikan secara akurat. Kalau memang ada yang dengan sengaja menimbun, ya akan kita tindak,” tandasnya. (way)

Penulis: Wahyu Hidayat & Redaktur: Abdurrahman

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY