Metro News

Angka Kasus Kebakaran Tinggi, Kwartal I Ada 10 Kasus

Simulasi Kebakaran
SIMULASI – Peserta sosialisasi saat melakukan simulasi pemadaman dalam rangka memberikan pemahaman untuk penanggulangan bahaya kebakaran.
M AINUL ATHO’

KOTA PEKALONGAN – Angka kejadian kebakaran di wilayah Kota Pekalongan, masuk dalam kategori tinggi. Selama kwartal pertama tahun 2017 yakni Januari hingga April, sudah terjadi 10 kasus kebakaran. Sebagian besar kebakaran terjadi akibat human error atau kesalahan dari manusia sendiri.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Pekalongan, Muadi yang ditemui usai kegiatan ‘Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulan Bahaya Kebakaran bagi UKM dan TP PKK, Kamis (18/5). Muadi mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut digelar sebagai salah satu langkah pencegahan terjadinya kebakaran.

“Kwartal I sudah 10 kasus kebakaran. Ini cukup tinggi. Sebagian besar terjadi akibat kelalaian seperti api bersumber dari tungku, kompor, kemudian korsleting listrik. Untuk itu hari ini kami undang UKM dan TP PKK untuk sosialisasi bahaya dan pencegahan kebakaran sehingga kedepan para pelaku UKM dan ibu-ibu ini berperan aktif dalam mencegah bahaya kebakaran,” tuturnya.

Dalam sosialisasi tersebut, selain mengingatkan potensi sumber kebakaran yang ada dalam kehidupan sehari-hari juga diberikan simulasi penanganan awal kebakaran. “Para pelaku UKM, khususnya pabrik gondorukem yang kemarin memang terjadi dua kali kebakaran, kami beri materi dan simulasi menangani kebakaran awal seperti apa. Kemudian UKM juga kami imbau harus dilengkapi APAR sehingga dapat digunakan untuk pertolongan pertama,” tambah Muadi.

Mengenai sarpras dan personel Damkar milik Kota Pekalongan, ia juga menyatakan bahwa sejauh ini jumlah sarpras dan SDM dinilai belum ideal. Kota Pekalongan hanya memiliki empat mobil damkar dengan rincian satu mobil kecil dan tiga mobil besar. Namun satu mobil besar sudah dalam kondisi tidak layak. Untuk itu pihaknya ingin kembali mengajukan usulan penambahan satu mobil damkar.

Mengenai personel, menurut Muadi juga belum dalam kategori ideal. Damkar hanya memiliki 20 personel yang dibagi dalam empat shift. Namun menurutnya untuk personel yang dibutuhkan adalah peningkatan kapasitas dan skil. “Kalau personel tidak menjadi masalah tinggal kita tingkatkan saja kemampuannya,” ucapnya lagi.

Selain sarpras dan personel, Damkar dikatakannya juga membutuhkan pos di bagian selatan wilayah Kota Pekalongan. Pos tersebut untuk mengantisipasi jika terjadi kebakaran di wilayah selatan. “Karena saat ini hanya ada satu pos di utara. Jadi ketika terjadi kebakaran di selatan kita harus menyeberang Pantura dan rel sehingga membutuhkan waktu. Sehingga keberadaan pos di bagian selatan ini sangat dibutuhkan dan dalam waktu dekat akan coba kami usulkan,” jelasnya.

Wakil Walikota Pekalongan yang berkesempatan membuka kegiatan menyatakan bahwa sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran sangat penting. “10 kejadian dalam kwartal I ini termasuk tinggi. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan. Kemudian ke depan akan kami inventarisir kebutuhan sarpras dan tenaga. Apa yang dibutuhkan akan coba kami gali lagi,” tandasnya. (nul)

Penulis: M. Ainul Atho’ & Redaktur: Abdurrahman

Add Comment

Click here to post a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Honda_Fais Juli 2017

REV Suzuki Yulina Agustus 2017